Keracunan Gas, Ratusan warga Desa Kutamekar Karawang Alami Sesak Nafas

Editor:

KARAWANG – Ratusan warga Kampung Cigempol RT 01 dan 02, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, mengalami sesak nafas dan jatuh pingsan. Hal itu diduga akibat keracunan dari kebocoran gas caustic soda milik PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II, Kamis (3/5) pukul 11.30 WIB. Beberapa orang korban jatuh pingsan dan bawa kedua rumah sakit.

Berdasarkan pantauan di lapangan, korban dievakuasi di Kantor Desa Kutamekar. Belasan mobil ambulance masih terus berupaya melakukan evakuasi menjemput warga di rumahnya masing-masing. Bahkan ada warga harus dipasang alat bantu pernapasan.

Salah seorang warga yang menjadi korban, Ina Marlina (18) mengatakan, awal ada asap berwarna putih dan menyebabkan mata perih kemudian bau menyekat dan sesak napas serta mual pengen muntah.

“Kejadian ini sering terjadi dan di tahun 2021 sudah dua kali, terakhir saat bulan puasa kemarin namun tidak parah. Kebocoran gas ini yang paling parah,” ujar Ina saat ditemui Kantor Desa Kutamekar.

Sementara itu, korban lainnya, Pendi (48) menuturkan, ia yang rumahnya berjarak satu kilometer masih tercium bau menyekat gas beracun.

Dirinya bersama keluarganya langsung mengungsi ke Kantor Desa Kutamekar, karena sudah tidak kuat menghirup gas tersebut.

“Rasanya sesak, bau menyengat sampai tenggorokan rasanya kering banget. Masih banyak warga yang belum dievakuasi, sebagian warga ada yang dilarikan ke sejumlah rumah sakit,” jelas Pendi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ciampel, Asep mengatakan, pasien yang sedang di observasi ada 15 orang, yang dalam penanganan, pihaknya belum bisa menjelaskan lebih lanjut.

“Kemungkinan para pasien ini kalau tidak bisa ditangani akan kami rujuk. Belum lagi beberapa ibu hamil dan ibu menyusui, kami belum data semua,” katanya.

Ditempat terpisah, Sekretaris Desa Kutamekar menuturkan, kejadian keracunan masal akibat kebocoran tabung kimia milik PT Pindo Deli sudah terjadi beberapa kali.

“Kejadian masal sudah terjadi dua kali, waktu yang pertama pas kadesnya H Amud. Sekarang kejadian kedua kalinya, juga keracunan ini menimpa beberapa karyawan,” tuturnya. (use)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.