oleh

Peti Mati Korban Covid-19 Habis, Sementara Gunakan Kantong Mayat

SUBANG-Sepekan ini tingkat kematian korban terkonfirmasi Covid-19 di Subang cenderung meningkat. Akibatnya Pemkab Subang kehabisan peti mati untuk memakamkan jenazah sesuai protokol kesehatan.

Untuk sementara, pemakaman menggunakan kantong mayat setelah tim Satuan Tugas Covid-19 berkonsultasi dengan pemangku kewenangan. Sambil menunggu penyediaan peti mati dari Dinas Sosial Kabupaten Subang, termasuk rumah sakit umum daerah (RSUD).

Salah seorang petugas di Satgas Covid-19 yang juga Kepala Bidang di BPBD Subang, Tarkiman, membenarkan peti mati kosong sejak Rabu malam (9/6) lalu hingga akhirnya terpaksa menggunakan kantong mayat.

“Ada pihak keluarga yang menolak namun akhirnya menerima juga dengan menggunakkan kantong mayat,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Sekretaris Satgas Covid-19, Komara Nugraha mengakui penggunaan kantong mayat sebagai langkah sementara karena darurat.

“Kita sudah konsultasikan dengan pimpinan daerah, tadi malam dan akhirnya pergunakan kantong mayat, karena darurat,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subnag dr Maxi mengatakan, lonjakan kasus positif Covid-19 hingga Minggu (13/6) nyaris 100 persen selama satu minggu.

“Sampai hari ini sudah 5.927 orang ya, ini luar biasa. Pada Minggu kemarin dalam satu minggu itu 128 orang tapi pada Minggu ini  baru sampai hari Kamis saja penambahannya udah 218 orang. Jadi baru 4 hari itu melampaui penambahan satu minggu kemarin,” paparnya.

Dia mengakui, penambahan yang signifikan tersebut adanya klaster hajatan di Desa Kihiyang, Binong. Setelah diketahui ada 32 orang terpapar Covid-19 di sana. Namun setelah di tracing, jumlahnya bertambah menjadi 73 Orang.

“Ada beberapa kematian juga yakni 6 orang di RSUD, dan 73 Orang isolasi mandiri,” tambahnya.

Dia menyampaikan, kondisi itulah  yang mendorong Satgas Covid-19 Kabupaten Subang untuk melakukan antisipasi dan mengadakan koordinasi dengan Pemda Subang. Menurut dr Maxi ada beberapa kebijakan baru yang segera diterbitkan bupati,untuk mencegah oenyebaran yang lebih ekstrem lagi.(idr/ysp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *