oleh

Kasus Covid-19 Melonjak tapi Dua RS Darurat Belum Bisa Digunakan, Ini Penyebabnya

PURWAKARTA-Melonjaknya kasus warga terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Purwakarta berimbas pada Bed Occupancy Rate atau tingkat keterisian tempat tidur di Rumah Sakit (RS) Bayu Asih Purwakarta yang mengalami kelebihan kapasitas.

Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta pun mengambil langkah cepat dengan menyiapkan dua rumah sakit darurat. Keduanya adalah di RS Gunung Putri Purwakarta dan Puskesmas Kecamatan Purwakarta Kota.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Purwakarta dr. Erlita Sari menyebutkan, kedua rumah sakit darurat yang diperuntukkan bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 belum bisa digunakan.

Disebutkannya, ada sejumlah hal yang harus disiapkan. Mulai dari sumber daya manusia hingga perlengkapan penunjang lainnya. “Dua rumah sakit darurat itu adalah Puskesmas Purwakarta Kota dan Rumah Sakit Gunung Putri Purwakarta. Kami masih mempersiapkannya, mulai dari SDM hingga peralatan penunjang lainnya,” kata Erlita, Selasa (15/6).

Dirinya pun memperkirakan jika kedua rumah sakit tersebut dapat digunakan pada pekan ini, setelah segala yang diperlukan sudah tersedia. “Intinya, kami berusaha semaksimalkan mungkin dan berharap kasus di Purwakarta cepat berangsur menurun,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala RS Gunung Putri, Lettu Ckm dr Wahyu menyebutkan, secara bangunan sudah dipersiapkan dengan capaian 90 persen. Adapun saat ini tengah menunggu instruksi pimpinan maupun bupati. “Alat belum ada hanya ada bed (tempat tidur) dan kamar mandi lengkap. Surat izin dari bupati sedang menunggu dan kami koordinasi itu pun tinggal menunggu petunjuk lebih lanjut. Biasanya nakes kami dapat relawan dokter dan perawat, apotek itu harus ada petugas,” ujarnya.

Dirinya merinci di RS Bayu Asih terdapat 21 tempat tidur yang disiapkan untuk pasien Covid-19. Dimana, sembilan tempat tidur untuk pasien perempuan dan 12 lainnya untuk pasien laki-laki.

Senada disampaikan Kepala Puskesmas Purwakarta Kota, Dr Ano Nugraha. Dirinya mengaku masih banyak yang harus dipersiapkan untuk menjadi RS Darurat pasien Covid-19. “Kami masih menginventarisir sarana dan prasarana di puskesmas ini,” ucapnya.(add/sep)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *