oleh

Kasus Covid-19 Melonjak, DPRD Subang Ragukan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

Daring Buat Siswa Asyik dengan Gadget

SUBANG-DPRD meragukan keberlangsungan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Subang. Kendati beberapa persiapan sudah dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang.

Hal tersebut disampaikan oleh beberapa fraksi di DPRD saat melakukan hearing dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang belum lama ini.

“Jika melihat kasus (Covid-19) hari ini, tolong sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan saya ragu untuk kita gelar PTM,” ungkap Fraksi NasDem yang diwakili Hendra Purnawan.

Hal senada juga disampaikan oleh Fraksi Golkar, Ellita Budiarti. Dia menyampaikan, keselamatan anak-anak peserta didik serta tenaga kependidikan di Kabupaten Subang harus betul-betul menjadi prioritas. Politisi Golkar yang akrab disapa Bunda itu juga mengharapkan evaluasi ulang dari dinas terkait, soal wacana akan berlangsungnya PTM di tahun ajaran baru.

“Harus betul-betul dipastikan kesiapannya. Bagaimanapun keselamatan masyarakat harus betul-betul menjadi prioritas, termasuk juga di sekolah,” paparnya.

Tidak lama setelah hearing berlangsung, keluar surat Edaran Bupati terkait perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, dengan salah satu poinnya disebutkan pemberhentian simulasi PTM, hingga diberlakukan perpanjangan tersebut, yakni hingga 28 Juni mendatang.

Rencana PTM di Kabupaten Subang, direncanakan akan berlangsung pada tahun ajaran baru, yang diperkirakan pada 19 Juli mendatang. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyebut, sejauh ini upaya kroscek pada setiap sekolah dan simulasi PTM telah dilaksanakan. Hasilnya hanya beberapa sekolah yang dinyatakan bisa PTM.

“Tidak semua bisa, hanya sebagian, yang menurut kami secara penilaian hasil survey dan sebagainya memenuhi syarat,” ungkapnya.

Namun dengan keadaan kasus Covid yang melonjak, besar kemungkinan kesiapan PTM akan ditinjau ulang, seiring sejalan dengab Edaran Bupati yang menyebut pemberhentian simulasi PTM.

Penghentian simulasi tatap muka dalam sekolah tersebut, membuat pro dan kontra orang tua murid bagi anaknya bersekolah di swasta.

Orang tua murid Diana S (30) mengatakan, surat edaran Bupati Subang penghentian simulasi tatap muka, membuat dirinya mengeluh. Pasalnya, sudah sangat sering sekali murid belajar menggunakan konsep daring hingga ujian dan kenaikan kelas. “Murid belum tentu pintar dengan konsep daring, yang ada asyik dengan gadget nya untuk bermain,” ungkapnya.

Diana menjelaskan, anaknya yang bersekolah di salah satu sekolah Swasta di Subang kota, menginginkan guru menyambangi anak didikunya satu persatu dengan bergilir untuk melakukan belajar. Sehingga murid bisa belajar dengan tekun dan juga tidak addict terhadap gadget. “Uang sekolah terus bayar perbulan. Bagusnya guru-gurunya datang ke rumah untuk belajar. Tapi dipastikan dulu gurunya tidak terpapar Covid-19 dan belajar menerapkan prokes ketat,” katanya.(idr/ygo/vry)

 

Perpanjangan PPKM di Kabupaten Subang
SURAT EDARAN BUPATI SUBANG
NOMOR : KS.01/ 1462 /Hk/2021

1. Penutupan sementara pada tempat hiburan/café/karaoke/spa dan destinasi wisata di Kabupaten Subang;
2. Pembatasan jam buka operasional Supermarket, Minimarket mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 19.00 WIB;
3. Jam Operasional Pasar Induk mulai pukul 23.00 WIB sampai dengan pukul 08.00 WIB;
4. Jam Operasional Pasar Rakyat mulai pukul 03.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB;
5. Pertokoan/Etalase/Distro yang menjual selain kebutuhan pokok/kebutuhan sehari-hari dengan waktu operasional mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB;
6. Pelaksanaan pernikahan hanya akad nikah saja dan kegiatan resepsi maksimal 50 orang;
7. Bagi perusahaan swasta/pelaku usaha wajib meningkatkan kewaspadaan terhadap resiko penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan menjalankan ketentuan yang ditetapkan dalam Surat Edaran Bupati Subang Nomor KS.01/670/2020 tentang Peningkatan
Kewaspadaan terhadap Resiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Subang;
8. Pelaksanaan simulasi Pembelajaran Tatap Muka dihentikan;
9. Kunjungan kerja dari luar Kabupaten Subang dihentikan selama 2 (dua) Minggu;
10. Dilakukan Rekayasa Lalu Lintas Jalan disetiap ruas jalan Provinsi maupun Kabupaten yang ditentukan oleh Kepolisian dan Dinas Perhubungan;
11. Dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat secara ketat pada wilayah zona merah ditingkat Desa dan Kelurahan sampai dengan tingkat RT/RW dan wajib melaporkan perkembangan wilayahnya ke Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Subang;
12. Penetapan Wilayah Zonasi (Merah, Orange, Kuning, dan Hijau) berdasarkan data dari Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Subang;
13. Adapun diluar zona merah tetap melaksanakan pembatasan kegiatan masyarakat dengan protokol kesehatan secara efektif;
14. Pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat sebagaimana dimaksud pada angka 11 (sebelas) oleh Satuan Tugas Covid-19 pada masing-masing tingkatan dengan berkoordinasi dengan TNI dan Polri;
15. Restoran/Rumah Makan dengan waktu operasional mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB, tidak melayani makan ditempat (take away);
16. Toko/warung, dengan waktu operasional mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB;
17. Penjaja makanan dan minuman yang biasa beroperasional di malam hari (pecel lele, nasi goreng, dan sejenisnya) mulai pukul 17.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB;
18. Jasa bengkel, tempat cuci kendaraan bermotor dan jasa lainnya dengan waktu jam operasional mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB;
19. Dealer/showroom kendaraan bermotor dengan waktu jam operasional mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB;
20. Kegiatan konstruksi beroperasi 100% (Seratus persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;
21. Kegiatan ibadah di tempat ibadah dengan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50% (lima puluh persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;
22. Satuan Polisi Pamong Praja melaksanakan Pengawasan dan Penertiban secara ketat berdasarkan Keputusan Bupati Subang Nomor PB.01.01/KEP.302-HUK/2021 dan Surat Edaran Bupati ini;
23. Dinas Perhubungan agar melaksanakan pemantauan moda transportasi umum dalam membatasi kapasitas dan jam operasional moda transportasi umum;
24. Kegiatan seni budaya didalam ruangan (indoor) dilakukan pembatasan maksimal 25% (dua puluh lima persen) dari kapasitas ruangan dan maksimal 50 orang untuk Kegiatan seni budaya diluar ruangan (outdoor) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;
25. Menghentikan sementara kegiatan ditempat atau fasilitas umum yang dapat menimbulkan kerumunan;
26. Pelaku Seni dilarang melakukan kegiatan di wilayah zona merah, diluar wilayah zona merah diberlakukan dengan pengetatan protokol kesehatan;
27. Surat edaran ini mulai berlaku sejak tanggal 16 Juni 2021 sampai dengan tanggal 28 Juni 2021.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *