oleh

Viral Video ‘Divaksin Bodong’ di Karawang, Ini Penjelasan Vaksinator dan Bupati Cellica

KARAWANG-Bupati Karawang Cellica Nurachadiana akhirnya turun tangan. Menuju salah satu Puskesmas di wilayahnya, menyusul viralnya sebuah postingan video dari seorang karyawati yang menjadi peserta vaksinasi.

Dalam unggahan videonya, sang karyawati di salah satu perusahaan swasta itu mengaku kena prank oleh negara karena proses vaksin yang dilakukan petugas puskesmas itu diduga janggal. Dalam narasinya, jarum suntik vaksinasnya itu kosong alias tak berisi cairan vaksin.

“Kemarin sore saya telah menindaklanjuti kabar tersebut untuk mencari kebenarannya. Petugas puskesmas, telah dimintai keterangan dan klarifikasi khususnya dari salah satu vaksinator itu,” ujar Cellica dalam postingannya di medsos pribadinya, Rabu (14/7).

Dari keterangan vaksinator di Puskesmas, dia menerangkan, bahwa yang bersangkilutan sudah melakukan tugasnya sesuai SOP. Bahkan, petugas tersebut yakni jika vaksin telah masuk ke tubuh penerima vaksin dengan jarum baru dan itu berbeda dengan berita yang disebarluaskan pada saat ini.

Selain meminta keterangan dari petugas vaksinator, lanjut dia, dirinya juga kemudian beranjak menuju salah satu tempat kerja penerima vaksin yang merasa janggal ketika ia di vaksin itu. Sama seperti sebelumnya, dia juga ingin mengklarifikasi karyawati tersebut.

“Kami ingin mendengarkan keterangan dan klarifikasi dari kedua belah pihak setelah sebelumnya ke puskesmas kemudian ke karyawati itu untuk memastikan kebenaran informasi yang viral ini. Tentunya, tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” jelas dia.

Dalam hal ini, Cellica juga telah meminta untuk segera melakukan cek laboratorium terhadap penerima vaksin. Supaya, kabar tersebut bisa mendapat titik terant.

“Tentunya kami juta akan memberikan sanksi tegas kepada vaksinator jika dia terbukti melakukan kesalahan,” jelas dia Namun sebaliknya, jika tidak terbukti bersalah, akan ada konsekuensi hukum untuk karyawati ini dan kasusnya akan diserahkan kepada pihak kepolisian Karawang untuk ditindaklanjuti kebenarannya.

Sementara itu, petugas vaksinator bernama Maola Nurul Shinta menyangkal dirinya tidak menginjeksikan cairan vaksin tersebut. Dia mengaku telah melakukan penyuntikan vaksin sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Tiap kami menyuntik, botol vaksin itu langsung kami ambil pakai spuit (pompa piston dalam alat suntik) untuk disuntikkan kepada penerima vaksin,” kata Maola dikutip dari akun Instagram @halokrw, Rabu, 14 Juli 2021.

Maola menuturkan ada dua teknik dalam menyuntik. Yakni menekan ujung alat suntik menggunakan jempol atau menekan penggunakan telapak tangan.

Dia mengaku menggunakan teknik penyuntikan kedua sehingga di kamera terlihat seakan-akan cairan vaksin tidak terdorong masuk ke tubuh pasien. Selain itu, Maola mengatakan jempol tangannya kapalan karena menyuntik dua ribu orang lebih selama satu minggu atau rata-rata 300 orang per hari.

“Saya menyuntik tidak satu dua orang. Saya sudah menyuntik ribuan orang. Kalau saya ingin berbuat tidak benar, buat apa saya di sini sebagai petugas vaksinator?” ujarnya.

Menurutnya, pasien kerap berkata tak berasa disuntik karena memiliki respons tubuh yang berbeda tergantung keluhan dan kenyamanan pasien. Ada yang disuntik bilang sakit dan adapula yang tidak merasakan sakit.

Maola berpesan kepada masyarakat untuk tidak percaya pada berita hoaks. Dia meminta masyarakat mempercayai tenaga medis yang berada di garda terdepan mealwan pandemi covid-19.

“Bahkan teman-teman kami banyak yang terkonfirmasi, tolong jangan lagi kami dibebani pikiran negatif dari orang-orang. Saya sedang tidak cari sensasi dan belas kasihan di sini,” kata Maola.

“Itu tidak benar. Jarum itu sekali suntik. Saat kami ingin masyarakat sehat, masa kami sendiri yang menyakiti,” ujarnya lagi.

Menurut perekam video tersebut, Rima Melati (23), video diambil saat vaksinasi di Puskesmas Wadas, Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (12/7).

Rima mengaku mengambil video untuk dokumentasi pribadi dan hanya mengirim video itu ke dua orang. Sementara perempuan yang disuntik dalam rekaman video adalah teman kerjanya bernama Tari Nurfadilah.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *