oleh

Kurban Sarat Dimensi Sosial Kemasyarakatan

SUBANG-Ketua Umum GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah memiliki cara pandang tersendiri dalam memaknai Hari Raya Idul Adha.

Menurutnya hari raya kurban merupakan hari raya yang berdimensi sosial kemasyarakatan yang sangat dalam. Hal itu terlihat ketika pelaksanaan pemotongan hewan yang akan dikorbankan.

“Jadi para mustahik yang akan menerima daging-daging kurban itu berkumpul, mereka satu sama lainnya meluapkan rasa gembira dan sukacita yang dalam.” kata Asep Alamsyah belum lama ini.

Ia menambahkan, meski dalam suasana PPKM Darurat harus tetap disambut dengan suka cita. Namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Sebab ini merupakan Idul Adha kedua  di suasana pandemi.

“Maka kita harus tetap melaksanakan 5M. Masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu. Ada hari-hari yang membahagiakan bagi para  fakir miskin yang membutuhkan,” jelasnya.

Ia menambahkan dalam momen tersebut orang yang berkecukupan atau orang kaya dan orang yang miskin saling berpadu, berinteraksi dengan sesamanya.

“Luapan kegembiraan di hari itu, terutama bagi orang miskin dan fakir, lebih-lebih dalam situasi sulit saat ini, sangat tinggi nilainya,” ucap Asep.

Hal itu tergambar ketika para fakir miskin menerima daging hewan kurban tersebut. Ia menambahkan, dengan syari’at kurban ini, kaum muslimin dilatih untuk menebalkan rasa kemanusiaannya, mengasah kepekaannya dan menghidupkan hati nuraninya.

“Ibadah kurban ini sarat dengan nilai kemanusiaan dan mengandung nilai-nilai sosial yang tinggi,” tandasnya.

Oleh karena itu ia berharap dan mengajak seluruh umat muslim dalam momen Hari Raya Idul Adha ini, untuk memanfaatkanya dengan perilaku yang lebih baik dan meningkatkan ketaqwaan pada Allah SWT.

“Mari kita manfaatkan momen ini untuk mawas diri dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Fastabiqul-khairat. Maka kita berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan,” tutupnya.(ygi/ysp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *