oleh

Honor Nakes Belum Merata, Kadinkes: Usulan Sudah Acc Bupati

SUBANG-Honor tenaga kesehatan (Nakes) belum merata cair di Kabupaten Subang. Salah satu Nakes di salah satu Puskesmas yang tidak mau disebutkan namanya, menyebut jika honor beberapa tenaga kesehatan belum merata terbagi. Bahkan ada sebagian yang sejak Januari 2021, hingga Juli ini honor yang dijanjikan tak kunjung cair.

“Honor mana? Kalau Covid-19 masih belum merata. Ada yang sudah cair ada yang belum sama sekali. Itu yang saat ini jadi keprihatinan saya. Anak-anak di Puskesmas sudah kerja keras, beresiko, tapi mau cairkan uang saja susah, prosedurnya banyak,” ungkapnya saat dihubungi Pasundan Ekspres, inggu (25/7).

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr Maxi menyebut, pencairan honor untuk nakes sempat terkendala oleh sistem, namun saat ini pencairan honor sudah berjalan, tinggal menunggu.

“Usulan itu sudah di acc Pa Bupati, tinggal menunggu proses pencairan saja. Saya berharap teman-teman nakes untuk bersabar, mengerti dan paham kondisinya,” ungkapnya.

Adapun memang dia mengakui jika honor untuk Nakes tidak sampai sesuai bulannya. Sia menegaskan kembali lagi-lagi memang begitu sistem yang diterapkan. Menurutnya, pencairan uang insentif itu sebenarnya tinggal menunggu waktu untuk dicairkan.

“Artinya pencairan uang itu, baru bisa dibayarkan tiga bulan berikutnya. Misalkan untuk insentif bulan Maret sampai Mei baru dibayar bulan Juni, begitupun dengan bulan-bulan berikutnya,” tambahnya.

Dia juga memastikan, saat ini sedang memproses pencairan untuk Nakes. Namun begitu, dia meminta Nakes dan lainnya tetap bekerja memberi layanan kepada masyarakat.

“Sedang kita upayakan, kita proses. Mudah mudahan secepatnya bisa direalisasikan. Saya minta, teman-teman tetap melayani masyarakat,” imbuh Maxi.

Hal ini juga menjadi perhatian DPRD Subang, melalui Wakil Ketua DPRD H Aceng Kudus, yang mengaku banyak menerima informasi terkait hak yang belum diterima para Nakes. Dia meminta, hak mereka segera direalisasikan untuk memberi motivasi bagi Nakes.

“Kami minta perhatikan hak haknya, mereka sudah banyak membantu kita. Mereka berada di garda terdepan dalam penanganan pasien. Malah seharusnya mereka dikasih reward, karena berjuang untuk kesembuhan pasien Covid-19,” kata Aceng, beberapa waktu lalu.

Belum lama ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Nina Susana Dewi mengatakan, seluruh rumah sakit sudah mengajukan pencairan insentif untuk Nakes.

Sebelumnya, kata Nina, pembayaran dana insentif Nakes yang menanganai Covid-19 sempat terhambat.

Salah satu faktornya karena belum semua rumah sakit mengajukan, dan adanya peraturan baru Kemenkes No 12/2021 dan perubahan nomenklatur dalam Permendagri yang baru turun pada April 2021.

“Dalam APBD sudah kita anggarkan, jadi ini bukan masalah dana, tetapi soal perubahan aturan, mengakibatkan harus adanya penyesuaian yang membutuhkan waktu. Jadi ini masalahnya teknis saja, sehingga hingga pertengahan Juli kemarin baru 34 persenan lebih yang terbayarkan. Namun karena saat ini semua perubahan aturan itu sudah bisa kita ikuti, maka InsyaAllah bulan Juli ini semua bisa tersalurkan,” tukasnya.(idr/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *