oleh

Berharap Dapat Bantuan Relaksasi, Pengelola Hotel di Lembang Optimis Bangkit

LEMBANG-Pengelola hotel dan penginapan di wilayah Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB) tetap optimis bisa kembali bangkit ditengah hantaman pandemi Covid-19, walaupun tingkat hunian (okupansi) turun drastis.

Mereka belum menyerah dengan mengibarkan bendera putih seperti yang dilakukan pengelola hotel di Garut akibat kebijakan PPKM Darurat maupun PPKM Level 4 yang membatasi aktivitas masyarakat sehingga menyebabkan penurunan tingkat okupansi hunian kamar hotel.

Pengelola Hotel Villa Venetys Lembang, Etep Suherman mengatakan, pihaknya belum menutup operasional meski hampir sebulan tidak ada pemasukan dan tetap harus menanggung pengeluaran. “Kalau kita tetap buka dengan menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Jadi, kita selalu menerapkan prokes dengan ketat dan sesuai prosedur dari pemerintah, meskipun tamu yang datang sama sekali tidak ada,” kata Etep, Selasa (27/7).

Dirinya optimis bisnis penginapan kembali bergeliat jika PPKM level 4 yang berakhir tanggal 2 Agustus mendatang tidak kembali diperpanjang dan penyebaran Covid-19 berhasil ditekan.

Mengacu pada aturan bahwa hotel dan restoran boleh tetap dibuka selama PPKM Darurat yang berlaku pada pekan lalu. Namun Etep mengaku, selama sebulan tidak ada satupun tamu yang datang menginap. “Sudah hampir sebulan, atau mulai diberlakukan PPKM Darurat pada awal Juli lalu, kita sama sekali tidak menerima tamu. Kebanyakan tamu lokal yang datang kemari kan berasal dari Jakarta dan sekitarnya,” bebernya.

Bahkan, menurut dia, untuk tamu asing sudah tidak ada sejak awal tahun 2020 atau tepatnya saat wabah korona masuk ke Indonesia. Apalagi, beberapa penerbangan dari Eropa harus transit di China. “Tamu asing di kita berasal dari Eropa, khususnya negara Belanda. Penerbangan tamu-tamu yang berasal dari sana (Belanda) biasanya transit di China, makanya sudah lama tamu asing enggak bisa datang ke sini,” lanjutnya.

Dia menambahkan, saat ini para pengelola hotel dan penginapan sangat mengharapkan bantuan serta relaksasi kepada pemerintah agar bisa bertahan untuk melanjutkan kelangsungan operasionalnya akibat dampak pandemi. “Sektor pariwisata Lembang menjadi penyumbang pendapatan tertinggi bagi Pemda, banyak pelaku usaha yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu kami meminta pemerintah memberikan jaminan keberlangsungan usaha,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dam Restoran Indonesia (PHRI) Jabar, Herman Muchtar berharap pemerintah merangkul para pelaku usaha hotel dan restoran dengan memberi bantuan supaya nafas bisnis dapat lebih panjang. Namun, pihaknya belum merasakan adanya kepedulian dari pemerintah untuk membantu mereka. “Sampai saat ini belum ada bantuan yang kami rasakan bagi pelaku usaha, hotel dan restoran,” ujar Herman, Selasa (27/7).

Dia menuturkan, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan membuat cash flow bisnis menjadi tidak lancar. Untuk itu bantuan keringanan hingga penghentian pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai dan pajak bumi bangunan. Tapi, menurutnya hingga saat ini hal tersebut belum dapat ditangguhkan.

Padahal, dikatakan Herman, sektor pariwisata seperti perhotelan dan restoran menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar bagi negara. “Tapi sekarang kita sudah sangat menderita, ratusan hotel harus gulung tikar begitupun ribuan hotel di Jawa barat, kami bisa apa sekarang,” tuturnya.

“Contohnya seperti PLN, kalau kita tidak bayar pasti di matikan, ketika listrik mati dan kita mau usaha lagi, biayanya akan lebih tinggi, maka dari itu kami sangat mengharapkan bantuan tersebut,” lanjutnya menutup.(eko/sep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *