oleh

Keren!! Dua Siswa SDIT Cendekia Lolos FLS2N Tingkat Provinsi

PURWAKARTA-Pandemi Covid-19 yang memaksa sistem pembelajaran dilakukan jarak jauh secara daring tak membatasi kreativitas siswa SDIT Cendekia untuk mengukir prestasi. Hal ini seperti yang ditunjukkan oleh Alzidan Fadillah Rizki Firmansyah kelas 5C dan Amara Laudzina Salmah kelas 5A. Di mana keduanya dinyatakan lolos Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kabupaten dan berhak mewakili Purwakarta di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Kepala SDIT Cendekia Ade Syarifudin S.Pd mengatakan, pihaknya bersyukur mengawali tahun ajaran baru ada dua siswa yang dinyatakan lolos FLS2N ke tingkat provinsi, bahkan dalam waktu yang berdekatan. “Dua siswa kami yang bernama Zidan dan Amara menunjukkan prestasi luar biasa. Untuk Zidan menjadi wakil Purwakarta pada kategori lomba menggambar bercerita. Adapun Amara pada lomba nyanyi solo,” kata Ade kepada Pasundan Ekspres di ruang kerjanya, Rabu (28/7).

Sebelumnya, kata Ade, dalam rangka Hari Anak Nasional, siswa kelas 6 SDIT Cendekia atas nama Yasmin Fitriani Utami juga berhasil mengukir prestasi tingkat provinsi. Yakni pada lomba menulis surat dengan tema Aku Ingin Dunia Pulih Kembali. Surat tersebut ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. “Adapula Nadya Amira WR siswa kelas 6 yang berhasil meraih Juara 1 Lomba Kaligrafi Putri Pentas PAI Tingkat Kabupaten,” ujar Ade.

Tak hanya siswa saja, lanjut dia, guru SDIT Cendekia pun berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional. Yakni, Mita Sukma Nurjanah S.Pd yang sukses menjadi Juara 3 Lomba Video Olimpiade Guru Islam Nasional. “Berbagai prestasi yang berhasil diraih siswa kami tak begitu saja didapat. Melainkan dengan berbagai latihan dan bimbingan, baik guru maupun orang tua siswa,” ujarnya.

Bahkan, mulai tahun ajaran baru ini kami juga membentuk tim khusus dalam menggali dan memaksimalkan potensi siswa, yakni Tim Kiara yang merupakan kependekan dari Cendekia Juara. “Tim Kiara ini memiliki program sesuai dengan visi SDIT Cendekia Juara dan Berkarakter. Adapun kata Kiara ini memiliki filosofi bercahaya (chiara bahasa Itali) dan sinar mentari pertama dalam bahasa Korea,” ucapnya.

Dirinya pun berharap prestasi yang berhasil diraih siswanya tersebut bisa terus berjenjang hingga ke tingkat nasional. “Juga bisa menjadi spirit dan motivasi siswa lain agar bisa berprestasi,” kata Ade.(add/sep)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *