oleh

Sponsor Ilegal Mudah Berangkatkan TKI, DPRD Curigai ada Orang Dalam

SUBANG-DPRD Kabupaten Subang, Ketua menyoroti banyaknya pemberangkatan TKI ilegal ke Timur Tengah di Kabupaten Subang. Ujang menyebut, persoalan pemberangkatan TKI ilegal di Subang sulit dikendalikan. Komisi 4 akan segera berkoordinasi dengan Dinsnakertrans.

“Kami juga di Komisi 4 sedang merasa kesulitan bagaimana menanggulanginya, sekarang kita akan merapat ke Disnakertrans mencari solusi bersama,” kata Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Subang, Ujang Sumarna.

Dari hasil investigasinya, Ujang menyebut jika keberangkatan TKI Ilegal dari Subang itu kebanyakan lantaran kurangnya edukasi pada masyarakat. Soal dari prosedur bagaimana menjadi TKI tersebut. Maka dari itu dia juga berharap Disnakertrans bisa mensosialisasikan dengan tepat sasaran pada masyarakat.

“Kurang edukasi intinya itu, karena kebanyakan maaf ya. Para sponsor ilegal yang memberangkatkan TKI itu, menyasar masyarakat ekonomi rendah,” paparnya.

Selain itu, Ujang mewanti-wanti agar pemerintahan desa turut ambil peran dalam upaya pencegahan pemberangkatan TKI ilegal. Dia juga menduga khawatir akan adanya keterlibatan ‘orang dalam’ Disnakertrans yang membantu sponsor ilegal, untuk mengurus berkas atau dokumen.

“Karena bukan apa-apa, untuk mendapatkan dokumen atau berkas pemberangkatan TKI itu, jika ditempuh dengan prosedur yang sesuai itu sangat susah. Ini saya herannya ko sponsor ilegal bisa dapatkan dengan mudah,” tegasnya.

Dia kembali menegaskan, jika sudah terlantar atau terlunta-lunta di negeri orang, penyelesaian kasusnya 1000:1.

Sebelumnya diketahui Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Dusun Ciawitali, Desa Pusakaratu, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Eliyah (29), terlantar di Dubai.

Istri dari Acu Samsudin (40) tersebut kabarnya terpaksa harus minta-minta untuk makan dan minum air keran. Kini, Eliyah pun minta tolong agar bisa pulang ke tanah air.

Ketua Badan Advokasi Indonesia (BAI) Kabupaten Subang Darman Sri Gandi, SH mengatakan, Eliyah berangkat dari tanah air, sebulan yang lalu. Setelah di Dubai, Eliyah mendapatkan majikan.

“Entah majikan galak atau gimana, Eliyah kembali ke penampungan. Di penampungan, Eliyah disiksa,” ucap Darman Sri Gandi, SH pada Minggu (1/8) lalu.

Tak tahan disiksa, lanjut Darman, Eliyah kabur dari penampungan. “Sekarang terlunta-lunta, bahkan makan sampai minta-minta, minum saja pakai air keran,” ucap Darman.

Eliyah selanjutnya minta tolong ke BAI. Kemudian, diarahkan oleh BAI melalui telepon untuk pergi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). “Di KBRI tidak ditanggapi dengan baik,” ujarnya.

Suami Eliyah, tambahnya, telah datang ke kantor BAI untuk minta bantuan agar Eliyah bisa pulang ke Tanah Air. Eliyah rupanya berangkat secara ilegal dengan menggunakan visa kunjungan.

“Visa kunjungan Eliyah akan habis pada 30 Juli ini. Eliyah pernah minta uang kepada keluarga untuk biaya pulang sebesar Rp9 juta, tapi keluarganya tidak sanggup,” ucapnya.

Sebab, tambahnya, keluarga Eliyah merupakan golongan ekonomi rendah. “Rumahnya pun tidak layak. Jangankan untuk mengembalikan Eliyah, untuk makan dan kebutuhan sehari-hari saja kekurangan,” ucapnya.

Langkah BAI, kata Darman, minta pihak sponsor dan perusahaan memulangkan Eliyah. Sebab, Eliyah diberangkatkan untuk menjadi pembantu rumah tangan dengan cara ilegal.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Subang pun harus memberi perhatian dan bantuan kepada Eliyah, karena ia warga Kabupaten Subang,” tukasnya.(idr/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *