oleh

Soal Polemik BST di Desa Sukatani, Ini Penjelasan Kades

COMPRENG– Polemik BST di tengah masyarakat masih terjadi, salah seorang penerima manfaat asal Desa Sukatani Karta (52) mengaku belum menerima bantuan lanjutan, padahal sebelumnya dirinya menerima.

“Bulan April nerima Rp 600.000, sekarang belum,” ungkapnya pada Kamis (5/8).

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Sukatani, Abdulrahman menjelaskan jika pembagian BST sudah sesuai prosedur dan berdasarkan data dari pusat.

“Datanya dikirim dari pusat, dibagikan melalui Kantor POS, dan warga yang mendapatkan bantuan juga ada undangannya dikirm langsung oleh pusat,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan agar warga yang semula menerima BST untuk bersabar, dia memastikan jika Pemerintahan Desa Sukatani akan mengupayakan penerimaan BST bagi warga yang semula mendapatkan kemudian sekarang belum mendapatkan.

“Sabar, yang semula dapat kemudian sekarang tidak, dan perlu informasi, silahkan datang ke saya, ke desa,” jelasnya lagi.

Sementara staf Kecamatan Compreng, Wahyu, mengungkapkan bagaimana mekanisme pendataan warga penerima manfaat, diawali oleh Ketua RT, disetorkan ke Pemdes, kemudian ke Pemcam, hingga Pemkab.

“Dari pemerintahan Kabupaten ke Pemerintah Pusat, jadi yang menentukan mendapatkan bantuan itu pemerintahan pusat, bukan kita,” tukasnya. (Dimas/idr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *