oleh

Dihukum Ringan, Pria Beristri Pembunuh Janda Kembang Asal Subang Hanya Dihukum Segini

BALI-Kasus pembunuhan sadis yang menimpa wanita asal Subang di di kamar No.1 Thalia Homestay, Jalan Tukad Batanghari XA No.12, Panjer, Denpasar Selatan, Bali, sudah diputus Pengadilan Negeri Denpasar.

Pelaku pembunuhan terhadap Dwi Farica Lestari divonis Hakim PN Denpasar dengan pidana penjara selama 12 tahun.

Media lokal Radar Bali menyoroti kasus tersebut yang hanya diganjar hukum ringan. Pria berusia 24, tahun asal Dusun Krajan Lor, RT 002 / RW 002 Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pasalnya kasusu ini sempat membuat heboh di Bali dan juga Subang yakni alamat kroban di Dusun Karanganyar RT018/RW003 Desa Kebondanas, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Sebagaimana dilansir Radar Bali, Majelis Hakim pimpinan Angeliky Handajani Day menjatuhkan hukuman bagi pelaku pembunuh sadis terhadap Tiktokers sekaligus cewek Michat ini dengan hukuman 12 tahun penjara.
Vonis tersebut dibacakan saat sidang daring pada Kamis 5 Agustus 2021 lalu. “Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Wahyu Dwi Setyawan dengan hukuman pidana penjara selama 12 tahun, dikurangi selama terdakwa menjalani tahanan sementara, dan memerintahkan supaya terdakwa tetap berada di tahanan,”terang Ketua Majelis Hakim Angeliky.

Sesuai amar putusan, vonis 12 tahun bagi pria beristri, ini karena hakim menilai, terdakwa Wahyu Dwi Setyawan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana dengan dakwaan alternative pertama Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pasal 338 KUHP.
Seperti diketahui, janda cantik dibunuh secara sadis, oleh teman kencannya. Tiktokers cantik ini dihabisi di kamarnya sesaat setelah berhubungan badan dengan Terdakwa Wahyu Dwi Setyawan.

Sebelum digorok, korban teriak dan meronta minta tolong sambil menghentakkan kaki ke lantai. Terdakwa langsung membekap korban. Terdakwa, itu kemudian mengorok leher janda cantik asal Subang ini sebanyak dua kali dengan pisau kerambit.

Setelah korban lemas bersimbah darah akibat digorok, Terdakwa Wahyu melepas bekapan dan mendorong korban Dwi Farica ke tempat tidur dan jasad korban kemudian jatuh ke lantai samping tempat tidur dengan posisi menungging dan tanpa busana.

Selanjutnya, usai memastikan korban tak bernyawa, pembunuh berdarah dingin ini langsung mengambil HP (Handphone) dan dompet korban yang ada di meja rias.

Terdakwa kemudian memakai baju kaos oblong warna hitam dan celana jeans pendeknya yang sebelumnya ditaruh diatas kasur atau tempat tidur korban.

Bahkan teganya lagi, sebelum kabur, terdakwa juga masih sempat mengecek laci meja rias korban.
Namun saat menggeledah laci rias korban, terdakwa tidak menemukan apa-apa. Melihat di laci rias korban tak ada barang berharga, terdakwa kemudian bergegas keluar kamar melalui pintu balkon belakang sambil membuang pisau kerambit ke pot tanaman di balkon belakang homestay.

Selanjutnya, terdakwa berjalan menyusuri balkon kamar belakang homestay dan turun ke lantai 1 melalui tembok rumah samping homestay menuju warung tempat ia memarkir sepeda motor.

Saat terdakwa kabur dari TKP menuju kosnya, terdakwa sempat berhenti di kawasan Taman Pancing.
Saat berhenti itu, terdakwa sempat mengeluarkan dompet yang dicuri dari korban dan mengambil uang milik korban sebesar Rp 700.000 yang ada di dalam dompet.

Setelah itu, dompet korban kemudian dibuang ke sungai. Terakhir Dwi Setyawan pulang ke kosnya di Jalan Pulau Bungin I, No. 17 Densel dengan mengendarai sepeda motor. Setiba di kamar kos, terdakwa mengaku tidak tenang. Ia kemudian bergegas kabur ke rumah mertuanya di Jember, Jawa Timur (Jatim), dan akhirnya diamankan Jumat (12/2) sekitat pukul 20.00 WITA. (ygi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.