oleh

Do’a Sholat Dhuha dan Terjemahannya, Lengkap Waktu Terbaik

Do’a Sholat Dhuha dan Terjemahannya, Lengkap Waktu Terbaik. Arti kata dhuha secara bahasa ialah nama di awal siang hari (pagi); sedangkan shalat Dhuha menurut fiqih ialah shalat sunnah yang dilaksanakan pada waktu dhuha. Yakni, sejak matahari terbit seukuran satu tombak (tujuh hasta atau 2,5 meter) hingga waktu zawâl (ketika matahari tergelincir ke arah barat). Hukumnya sunnah muakkadah. (Al-Bakri bin as-Sayyid Muhammad Syattha ad-Dimyathi, Hâsyiyyah I’ânatut Thâlibîn, juz I: 253; dan Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmû’ Syarhul Muhadzdzab, juz IV: 36).

Berbagai macam keutamaan Shalat Dhuha bagi kita, serta juga terdapat waktu yang utama untuk shalat dhuha. Selain itu, kita tentu dianjurkan untuk berdo’a setelah selesai shalat, baik itu shalat wajib atau shalat sunat. Dalam hal ini adalah Do’a Setelah Sholat Dhuna.

Do’a Sholat Dhuha dan Terjemahannya, Lengkap Waktu Terbaik

Terdapat tiga do’a yang dianjurkan dan digunakan setelah sholat dhuha, seperti dilansir dari Nu Online, dan yang paling sering digunakan adalah do’a setelah shalat dhuha berikut ini:

اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضَّحَآءَ ضَحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَــالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسَرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضَحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَآ أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allâhumma innad dlahâ’a dlahâ’uka, wal bahâ’a bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allâhuma in kâna rizqî fis samâ’i fa anzilhu, wa inkâna fil ardhi fa akhrijhu, wa inkâna mu’siran (mu‘assaran) fa yassirhu, wa in kâna harâman fa thahhirhu, wa inkâna ba‘îdan fa qarribhu, bi haqqi dlahâ’ika wa bahâ’ika wa jamâlika wa quwwatika wa qudratika, âtinî mâ atayta ‘ibâdakas shâlihîn.  

Artinya: “Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rejekiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika dipersulit, mudahkanlah; jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah; dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”

Waktu Terbaik untuk Sholat Dhuha

Waktu untuk mengerjakan shalat Dhuha ialah sejak matahari terbit seukuran satu tombak hingga waktu zawâl.

Kendati begitu, terdapat waktu utama untuk sholat dhuha, yakni pada saat matahari terasa terik dan mulai panas

Secara fiqih, dikenal  dengan “rumus” :

‘setelah melewati seperempat siang’ (dihitung dari awal subuh). Kira-kira mulai sekitar jam 9 pagi.

Kemudian terdapat juga dalam Riwayat Imam Al-Muslim, :

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ رضي اللهُ عنه: أَنَّهُ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى، فَقَالَ: أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ في غَيْرِ هذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ؟ إِنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِيْنَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ (رواه مسلم)

Artinya: “Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam radliyallahu ‘anh, sungguh ia pernah melihat segolongan orang melakukan shalat Dhuha, lalu ia berkata: ‘Tidakkah kalian tahu, bahwa shalat dalam waktu ini lebih utama? Sungguh Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Shalat kaum awwâbîn (shalat Dhuha) adalah saat kaki anak-anak unta merasakan panasnya bumi karena terik matahari’” (HR Muslim; lihat Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Syarhun Nawawi ‘alâ Shahîh Muslim, [Bairut, Dâr Ihyâ’it Turâtsil ‘Arabi, 1292 H], juz VI: 30).

Adapun hikmah mengerjakan sholat Dhuha pada waktu utama tersebut ialah supaya seperempat waktu siang tidak kosong dari ibadah sholat. Seperempat siang pertama ada shalat Shubuh, seperempat siang kedua ada shalat Dhuha, seperempat siang ketiga ada shalat Dhuhur, dan seperempat siang keempat ada shalat Ashar. (Muhammad bin Umar Nawawi al-Jawi, Nihâyatuz Zain fi Irsyâdil Mubtadi-în, [Bairut, Dârul Fikr), halaman 102).

Waktu yang Dilarang Mengerjakan Sholat Sunnat termasuk Sholat Dhuha

  • Ketika Matahari Terbit (Setelah Shalat Subuh hingga Matahari berada di atas anak panah ketika terbit)
  • Waktu istiwa hingga tergelincirnya matahari, selain pada hari Jum’at. (Ketika Matahari berada di atas kepala dan menjelang waktu dzuhur)
  • Setelah Ashar, Ketika matahari berubah kekuningan hingga Maghrib tiba
  • Setelah shalat subuh hingga terbit matahari, dan setelah melakukan shalat ashar hingga tenggelamnya matahari. (Berlaku untuk orang yang melakukan shalat subuh/ashar dengan adâan tepat pada waktunya-berbeda dengan orang yang meng-qadla sholat subuh/ashar misalnya subuh/ashar kemaren tidak sholat karena udzur, di qadla setelah sholat subuh/ashar hari ini). 

Hadits Nabi Muhammad S.A.W yang Diriwayatkan Imam Al-Muslim:

ثَلَاثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيهِنَّ، أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا: «حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ، وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ، وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ

“Terdapat tiga Waktu, dimana Rasulullah S.A.W melarang untuk shalat dan menguburkan jenazah, yaitu saat matahari terbit hingga naik (sedikit), saat matahari mencapai titik tertinggi hingga tergelincir, dan saat matahari sedikit terbenam hingga terbenam”

Rasulullah Bersabda yang Diriwayatkan Imam Al-Bukhari:

لاَ صَلاَةَ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ، وَلاَ صَلاَةَ بَعْدَ العَصْرِ حَتَّى تَغِيبَ الشَّمْسُ

Artinya: “Tak ada shalat setelah shalat subuh sampai matahari meninggi dan tak ada shalat setelah shalat ashar sampai matahari tenggelam.” (HR. Imam Al-Bukhari).

Demikian informasi tentang Do’a sholat dhuha dan waktu terbaik mengerjakannya. (/Juni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *