oleh

Waduh, Begini Hasil Visum 3 Anak yang Diduga Korban Perkosaan Oleh Ayahnya

Waduh, Begini Hasil Visum 3 Anak yang Diduga Korban Perkosaan Oleh Ayahnya. Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol. Ahmad Ramadhan menjelaskan, hasil pemeriksaan medis yang sudah ditempuh oleh ibu korban yang diduga ketiga anaknya menjadi korban perkosaan mantan suaminya, di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tidak dilaporkan kepada penyidik kepolisian.

Jadi, hasil pemeriksaan medis secara mandiri oleh ibu korban tidak pernah dilaporkan kepada penyidik,” kata Ramadhan, dihimpun dari Fin melansir dari Antara, Rabu (13/10).

Lebih lanjut lagi, Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh ibu yang diduga ketiha anaknya menjadi korban perkosaan di bawah umur, diketahui oleh Tim Supervisi dan Asistensi Mabes Polri.

Dari hasil laporan Tim Supervisi dan Asistensi Mabes Polri, mendapatkan informasi, bahwa pada 31 Oktober 2019 ibu korban sudah melakukan pemeriksaan medis kepada ketiga anaknya di Rumah Sakit Vale Sorowako.

Kemudian, informasi tersebut didalami oleh Tim Supervisi dan Asistensi Mabes Polri dengan melaksanakan interview kepada dokter Imelda, spesialis anak di RS Vale Sorowako yang melaksanakan pemeriksaan pada tanggal 31 Oktober 2019.

Lebih lanjut lagi, Tim Supervisi dan Asistensi Mabes Polri melakukan interview pada tanggal 11 Oktober 2021, dan diperoleh suatu keterangan, bahwa terjadi peradangan di sekitar vagina dan dubur anak tersebut.

Sewaktu dilihat ada peradangan pada vagina dan dubur, lalu diberikan antibiotik dan paracetamol obat nyeri.

Di samping itu, hasil interview tersebut disarankan kepada orang tua korban dan juga ke Tim Supervisi supaya dilakukan pemeriksaan lanjutan pada dokter spesialis kandungan.

Ramadhan menerangkan, bahwa hasil pemeriksaan di RS Vale Sorowako adalah hasil pemeriksaan medis yang dilakukan secara mandiri oleh ibu korban dengan rentang waktu 21 hari setelah laporan kejadian pada tanggal 9 Oktober 2019.

Waduh, Begini Hasil Visum 3 Anak yang Diduga Korban Perkosaan Oleh Ayahnya

“Jadi, itu hasil pemeriksaan medis dilakukan mandiri oleh ibu korban, bukan visum,” terang Ramadhan.

Lalu, dari hasil laporan Tim Supervisi dan Asistensi Mabes Polri didapati fakta bahwa pada tanggal 9 Oktober 2019, penyidik sudah meminta visum et repertum kepada pihak Puskesmas Malili Luwu Timur.

Hingga, pada tanggal 15 Oktober 2019 sudah menerima hasil visum et repertum dari Puskesmas Malili yang ditandatangani oleh dokter Nurul.

Setelah itu, Tim lantas melakukan tanya jawab kepada dokter Nurul pada tanggal 11 Oktober 2021. Dan, hasilnya adalah dokter Nurul menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaannya, tidak ada kelainan pada organ kelamin dan dubur korban.

Fakta selanjutnya, pada tanggal 24 Oktober 2019 penyidik meminta visum et repertum ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Didapati, dari visum et repertum yang keluar pada tanggal 15 November 2019 dan ditandatangani oleh dokter Deni Mathius, Sp.f., M.kes.

Bahwa hasilnya, tidak ada kelainan pada alat kelamin dan dubur, lalu perlukaan pada tubuh lain tidak diketemukan.

Mabes Polri sudah menurunkan Tim Supervisi dan Asistensi (pendampingan) Bareskrim Polri ke Polres Luwu Timur pada tanggal 10 Oktober 2021 guna membantu penuntasan kasus yang viral di tengah masyarakat Indonesia tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *