oleh

Penipuan CPNS, Anak Nia Daniaty Minta Pemeriksaan Ditunda

Penipuan CPNS, Anak Nia Daniaty Minta Pemeriksaan Ditunda. Olivia Nathania, yang terlibat kasus penipuan CPNS, diketahui mengajukan penundaan pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait laporan dugaan penipuan bermodus rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS), hingga Senin (18/10).

Dirinya mengajukan penundaan tersebut lantaran sedang masa pemulihan akibat sakit yang dideritanya.

Saya kuasa hukum dari Olivia Nathania menyampaikan, hari ini Olivia Nathania tidak dapat hadir dalam pemeriksaaan lanjutan untuk klarifikasi di Polda Metro Jaya, berhubungan Olivia kondisinya kurang sehat,” terang kuasa hukum Olivia Nathania, Susanti Agustina, dalam keterangannya, Kamis.

Lalu, Susanti juga menjelaskan, tim kuasa hukum Olivia sudah menyerahkan surat permohonan penundaan pemeriksaan tersebut ke Polda Metro Jaya.

“Jadi kita sebagai kuasa hukum sudah menyampaikan surat kepada Polda Metro Jaya untuk dijadwal ulang pada Senin, 18 Oktober 2021, pukul 10.00 WIB,” pungkasnya.

Seperti dihimpun dari FIN, bahwa diketahui Olivia sebelumnya, dijadwalkan pada Kamis (14/10) menjalani pemeriksaan tambahan sebagai seorang terlapor yaitu pukul 10.00 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengungkapkan, Olivia dan suaminya, Rafly N Tilaar, telah menjalani pemeriksaan pada Senin (11/10), namun penyidik masih memerlukan keterangan tambahan sampai akhirnya kembali memanggil Olivia.

Jika agenda pemeriksaan Olivia sudah rampung, polisi dapat secepatnya melaksanakan gelar perkara untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dari kasus tersebut.

Kita kita upayakan pada Kamis atau Jumat pekan ini untuk gelar perkara apakah ada unsur pidananya,” jelas Yusri.

Sebelumnya, Olivia bersama suaminya, diperiksa pada Senin (11/10), dalam pemeriksaannya Rafly diminta menjawab 33 pertanyaan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Dan Olivia diminta menjawab 41 pertanyaan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *