oleh

Sabu-Sabu Dominasi Peredaran Narkotika, Polres Subang Canangkan Kampung Tangguh Narkoba

SUBANG – Peredaran Narkotika di Kabupaten Subang mungkin dipandang cukup menjanjikan. Keberadaan jalur lintas provinsi dan nasional, Subang dilirik para pengedar narkotika.

Dari hasil pengungkapan yang dilakukan Satresnarkoba Polres Subang dari Bulan Januari-Oktober 2021, ada sebanyak 90 perkara narkotika, yang didominasi oleh Narkotika jenis sabu-sabu. Dari 90 perkara tersebut, Lima perkara narkotika melibatkan mahasiswa di dalamnya.

Kapolres Subang AKBP Sumarni SIK. MH melalui kepala Satuan reserse Narkotika, obat terlarang dan zat adiktif lainnya (Narkoba) AKP Ronih SH. MH mengatakan, jumlah perkara yang berhasil diungkap terhitung dari bulan Januari – Oktober 2021 ada sebanyak 90 perkara. Lebih dari 100 orang pelaku yang sudah diamankan dari perkara tersebut.

“Mulai dari sabu-sabu, ganja, obat-obatan terlarang dan lainnya. Paling mendominasi narkotika jenis sabu-sabu,” katanya.

Pada peredarannya, AKP Ronih menjelaskan, para pelaku atau pengedar melakukan transaksinya dengan cara menempel, setelah melalui percakapan via ponsel. Antara pengedar dan pembeli menyepakati bersama titik menyimpan narkotika tersebut. “Sistem tempel. Ada yang di pecahan genteng, ada yang di tembok dan lainnya,” ungkapnya.

Ketika pengungkapan, AKP Ronih menuturkan, acap kali melakukan penyamaran (under cover, red) dikarenakan gerak gerik pengedar tersebut sangat sulit dideteksi.

“Mereka sulit dideteksi, namun kita terus lakukan upaya,” tuturnya.

Lokasi transaksi, AKP Ronih menyebut jalur Pantura paling mendominasi transaksi narkotika. Pasalnya, pengungkapan berhasil dilakukan lebih di banyak terjadi di wilayah Utara Kabupaten Subang.

“Hal tersebut dikarenakan ada jalur nasional akses Jakarta – Jawa. Mungkin para pelaku narkoba memilih Pantura karena jalur nasional,” ungkapnya.

Para pelaku sepertinya memahami peredaran mulai dari membawa hingga transaksionalnya. “Nah mereka sepertinya memahami,” katanya.

Menyeret Mahasiswa dan PNS

Peredaran Narkotika di Kabupaten Subang juga melibatkan mahasiswa dan juga PNS.
AKP Ronih mengatakan, dari 90 perkara yang berhasil diungkap, Lima mahasiswa diamankan karena menjadi pelaku. Tidak hanya itu saja, baru-baru ini ada Satu orang PNS aktif yang terlibat narkoba.

“sudah kita amankan, terakhir PNS ya,” katanya.

Ronih menjelaskan, peredaran Narkotika yang sudah memasuki ranah pendidikan. Saat ini, kepolisian melakukan edukasi terhadap para pelajar atau mahasiswa, agar waspada terhadap peredaran narkotika, obat-obatan terlarang dan zat adiktif lainnya.

“Kita terus lakukan edukasi, penyuluhan terhadap mereka untuk meminimalisir peredaran narkotika,” katanya.

Guna meminimalisir peredaran narkotika di wilayah pedesaan di Kabupaten Subang, AKP Ronih menuturkan, Kapolres Subang mengimbau kepada masyarakat pihak RT dan RW, kepala desa agar jika melihat peredaran atau pemakaian agar segera melaporkan kepada polisi.

Polres Subang juga akan mencanangkan kampung tangguh narkoba. Kampung yang dulunya menjadi tempat transaksional dan tempat bermukimnya pengedar narkoba, kini sudah sangat bersih dari narkoba.

Kita namakan Kampung Tangguh Narkoba, sebentar lagi kita resmikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Subang dan Sumedang, AKBP Hery Sudrajat menyampaikan, peredaran narkotika di Kabupaten Subang menjadi perhatian serius bagi pihaknya.

Pasalnya, Kabupaten Subang dengan jalur Pantura nya yang merupakan penghubung nasional dan jalur Provinsinya Subang – Bandung – Purwakarta menjadikan peredaran sangat meluas dan harus diwaspadai.

“Kita minta kepedulian masyarakat. Jika ada yang memakai, menyalahgunakan narkotika atau obat terlarang, segera laporkan ke pihak berwajib,” katanya. (ygo/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *