oleh

Eep Hidayat: Jimat Akur Harus Miliki Konsep Jitu

SUBANG-Tokoh Politik Subang Eep Hidayat ingatkan pemerintahaan Jimat-Akur untuk memiliki konsep jitu dalam menanggulangi pembangunan yang sporadis di wilayah Subang Selatan.

Dia menjelaskan salah satu konsep yang bisa ditempuh salah satunya yakni dengan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang), tidak hanya untuk pembangunan wilayah selatan saja, bahkan itu juga menurutnya termasuk dalam pembangunan Mall, Mini Market, dan sebagainya, harus berdasar pada RDTR.

“Kita dihadapkan dengan perkebunan yang dalam tanda petik bangkrut, dan dilakukan pembangunan yang sporadis seperti sekarang maka dampak negatifnya akan besar, positifnya hanya mungkin membuka lapangan kerja saja,” jelas Eep.

Dengan pembangunan seperti sekarang, yakni pihak perkebunan bekerjasama dengan swasta, maka kata Eep Pemda tidak akan kebagian apa-apa, dia membandingkan dengan Tangkuban Perahu yang dimiliki oleh Perhutani, ada pembagian hasil yang jelas antara pihak Perhutani dengan Pemda. “Itu kan mesti dipikirkan, disamping posisi HGU yang sudah habis, meski ada kepastian, jangan karena milik negara, perusahaan milik negara lalu kerjasama begitu saja dilakukan,” tambahnya.

Dia juga berpesan pada pemerintahan Jimat-Akur agar bisa mempertahankan beberapa wilayah di bagian selatan, seperti Gunung Cinta, Gunung Beuti Tunggul, Lembah Nendeun, Dayang Sumbi, dan Tenjo Laya.
Menurutnya beberapa wilayah tersebut adalah budaya sekaligus juga legenda Subang yang menasional yaitu kisah Sangkuring Dayang Sumbi.

“Jangan sampai tergerus oleh pembangunan, swhingga legendanya jadi hilang,” ungkapnya.

Sebelumnya, Eep juga memberikan penilaiannya terhadap tiga pemimpin, dari mulai kepala daerah hingga kepala negara. Sebagai seseorang yang malang melintang di dunia birokrasi dan partai politik, banyak asam garam yang sudah dilalui, tak salah siaoapun merindukan analisa soal politik dari pria yang akrab disapa Mang Eep ini.

Pertama yang menjadi penilaiannya adalah Bupati Subang, H.Ruhimat, untuk kepemimpinan Ruhimat, Eep memberikan nilai 7, pasalnya menurut Eep, sebagai seseorang yang baru pertama menjabat sebagai kepala daerah, dan langsung dihadapkan dengan persoalan seperti pandemik, siapapun akan repot. “Kita sama-sama belum punya pengalaman menghadapi pandemi, jadi pasti akan berat,” katanya, saat ditemui pasundan ekspres.

Dia menilai 50 persen program dari Ruhimat sudah diterapkan di Kabupaten Subang, dan menjadi berat lantaran berada di tengah-tengah badai pandemi Covid-19. Yang paling mengejutkan Eep Hidayat memberi penilaian 6 kurang, untuk kepemimpinan Ridwan Kamil di Jawa Barat. Menurutnya sebagai masyarakat Subang, yang termasuk bagian dari Jawa Barat, belum ada satupun program yang gereget yang bisa dirasakan. ”

Yang paling sederhana, jalan Subang-Bandung baru ketika kepemimpinan Ridwan Kamil dalam keadaan yang tidak bagus, padahal sebelumnya selaku bagus,” katanya.

Sedangkan untuk kepemimpinan Jokowi, sebagai kepala daerah, Eep tak memberikan angka, dia hanya menyebut jika ada dua syarat negara disebut maju, pembangunan infrastruktur yang masif, dan tekhnologi yang hebat. “Pak Jokowi sudah tepat urusan infrastruktur, tapi ketinggalan urusan tekhnologi,” tukasnya. (idr/sep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *