oleh

Sebelum Menggunakan, Fahami 3 Bahaya Deepfake Terlebih Dahulu

RAGAM-Aplikasi Deepfake sejatinya bekerja dengan memadukan unsur replikasi wajah pada video atau gambar, deepfake menjadi salah satu teknologi edit yang banyak digunakan user internet.

Tapi, sebaiknya diketahui terlebih dahulu bahwa teknologi ini memiliki bahaya tertentu yang sebaiknya difahami sebelum menggunakannya

3 Bahaya Deepfake

Sumber Berita Hoaks

Mudahnya akses untuk membuat konten video atau foto dengan teknologi deepfake ini memungkinkan semua orang bisa melakukan editing tanpa adanya hambatan sama sekali.

Tentu saja hal tersebut dimungkinkan akan ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan berita hoaks, sebab teknologi deepfake memungkinkan foto atau video yang telah diedit akan menunjukkan hasil yang halus seperti aslinya, sampai akhirnya menyebabkan orang-orang kesulitan membedakan apakah foto atau video tersebut merupakan asli atau hoaks.

Melansir dari zetizen.jawapos yang mengutip dari Datafloq, kejadian seperti ini pernah dialami oleh seorang kuasa hukum asal Dubai bernama Byron James.

Byron pernah menemukan sebuah video rekaman yang menunjukkan dirinya sedang memberikan ancaman kepada client lawan.

Hal itu terang saja direpson oleh Byron sebagai video hoaks dan menunjukkan video versi asli yang dimilikinya sebagai bukti bahwasanya video ancaman tersebut adalah hasil dari editan menggunakan teknologi deepfake.

Mengancam Reputasi Seseorang

Masih terkait dengan poin sebelumnya, saat seseorang membuat berita hoaks dengan melibatkan foto atau video milik orang lain, secara tidak langsung hal itu akan berpengaruh pada reputasi orang yang terlibat dalam konten yang telah di edtit tersebut.

Terlepas itu hasil editannya hanya berupa candaan, pernyataan umum, atau pun terkait politik, hal itu memberikan gambaran nyata bagaimana deepfake dapat mengancam privasi dan keamanan hidup seseorang.

Alat Propaganda Politik

Bukan hal yang asing jika sejumlah kreator video dan foto banyak menjadikan sejumlah figur prominen dalam panggung politik sebagai sasaran empuk untuk di edit menggunakan teknologi deepfake.

Beberapa diantaranya mungkin hanya mengeditnya untuk konten hiburan, namun tidak menutup kemungkinan jika ada orang-orang tertentu yang menjadikannya sebagai alat propaganda terselubung.

Fenomena tersebut pernah dilakukan oleh salah satu Partai Demokratik Sosial asal Belgia yang mengunggah sebuah video yang menunjukkan presiden Donald Trump memberikan speech yang menyebutkan jika Ia menyuruh Belgia untuk keluar dari Kesepakatan Paris.

Namun usai diteliti, video tersebut ternyata hanya hasil editan dengan teknologi deepfake yang memadukan tambahan unsur suara dan mimik serta gestur tubuh yang mirip seperti aslinya.

Maka dari itu, jika ingin menggunakan aplikasi deepfake, sebaiknya digunakan secara bijak dan hanya untuk pribadi saja. (Zetizen.Jawapos/Jni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *