oleh

Sutrisno Sebut Subang, Majalengka dan Sumedang Akan Seperti Jakarta, Ini yang Perlu Dilakukan Pemda

SUBANG-Anggota DPR RI Dr H Sutrisno SE MSi menyebut Kabupaten Subang, Majalengka dan Sumedang (SMS) ke depan akan seperti Jakarta. Itu akan terjadi manakala pengelolaan pemerintahan di tiga kabupaten tersebut mampu mengitegrasikan dan mengkoordinasikan pembangunannya.

“Jakarta punya Bandara Internasional Soekarno-Hatta, SMS punya Bandara Kertajati. Jakarta punya pelabuhan Tanjung Priok, SMS punya Pelabuhan Internasional Patimban,” ungkap wakil rakyat dari daerah pemilihan Subang, Majelangka dan Sumedang itu kepada Pasundan Ekspres, usai kegiatan reses dan pembagian beras dari Ketua DPR RI Puan Maharani di Kelurahan Parung, Rabu (29/12).

Anggota Komisi IV DPR ini mengatakan, kedua infrastruktur yakni berupa Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban menjadi kawasan bisnis. Sebagaimana terjadi di Jakarta.

Namun, kata Sutrisno, SMS memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan Jakarta. Di SMS selain ada kawasan bisnis dari dua infrastruktur tersebut, juga memiliki potensi pertanian yang subur. Kondisi pertanian yang subur itu akan menjadi peluang untuk menumbuhkan agrobisnis, agroindustri dan agrowisata.

“Kondisi ini sangat diminati oleh masyarakat di luar sana,” ujarnya.

Dengan adanya infrastruktur ekonomi di SMS, Sutrisno mengajak masyarakat untuk memanfatkan lahan  yang ada jangan sampai diterlantarkan. “Hasil produksinya pasti akan bisa ke luar  wilayah NKRI. Manakala itu terjadi, pendapatan petani akan meningkat,” jelasnya.

Saat ditanya upaya yang mesti dilakukan pemerintah daerah untuk mempertahankan lahan pertanian di tengah pembangunan yang masif di daerah SMS, H Sutrisno meminta pemerintah daerah harus membuat Perda Pertanian Berkelanjutan.

“Karena Undang-Undangnya jelas, barang siapa yang memanfaatkan lahan pertanian yang berkelanjutan, itu ada sanksinya,” katanya.

Ketua DPC PDIP Subang, Maman Yudia mengatakan, pemerintah daerah perlu mendengar apa yang menjadi gagasan dari H Sutrisno berkaitan dengan pertanian seiring dengan tumbuhnya berbagai pembangunan.

“Tanah-tanah produktif yang sampai saat ini belum dikerjakan  masyarakat itu harus mendapat perhatian khusus, agar masyarakat ikut serta di dalam pemenuhan pangan,” jelasnya.(ysp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *