oleh

Triliuan APBN Biayai Program Infrastruktur Pemkab Subang, Jimat: Infrastruktur untuk 100 Tahun Mendatang

SUBANG-Menutup tahun 2021 Pemkab Subang mendapat kado istimewa dari Pemerintah Pusat berupa Peraturan Presiden (Perpres) No 87 tahun 2021.

Melalui aturan tersebut, sejumlah program unggulan infrastruktur dibiayai oleh anggaran APBN. Jumlah tidak sedikit. Jika digabungkan dengan proyek nasional, lebih dari Rp 10 triliun APBD dikucurkan ke Subang. Mulai dari jalan, TPA hingga waduk dan penanggulangan banjir Pantura.

Bukan perkara mudah. Bupati Ruhimat mengerahkan berbagai upaya untuk menarik berbagai program dan anggaran pusat. Sebab APBD Subang tidak mungkin mampu membiayai sejumlah program infrastruktur yang direncanakan.

Melalui Perpres tersebut, program terbosan jalan baru terakomodir. Misalnya, poros jalan Cipendeuy-Serangpanjang sudah terakomodir dalam Perpres itu. Dianggarkan Rp 1.94 triliun. Meski kini sudah dibuka, pengerasan total dimulai tahun 2024 dan direncanakan tuntas tahun 2030.

Proyek lainnya berupa jalan lingkar luar Subang pun terakomodir APBN. Dianggarkan  Rp 968 miliar. Disusul ruas jalan Cilamaya-Patimban Rp 630 miliar, ruas jalan Pamanukan-Patimban Rp 27 miliar.

Tak hanya itu, program terbaru pembangunan TPA Jalupang sudah terakomodir APBN Rp 31 miliar. Hal lain yang cukup menggembirakan, akan dibangun bendungan Cipunagara Rp 3,7 triliun untuk mengatasi banjir Pantura.

Menurut Bupati Ruhimat, terakomodirnya Subang dalam Perpres 87 untuk pengembangan kawasan Rebana bukan menerima begitu saja, tapi ada upaya serius.

“Kalau tidak disiapkan tidak mungkin terakomodir. Maka jalan harus dibebaskan dulu. Alhamdulilah Pusat merespons. Jika mengandalkan APBD akan sulit,” kata Kang Jimat dalam beberapa kesempatan.

Kang Jimat menekankan, Subang memerlukan jalur alternatif baru untuk merespons perkembangan pembangunan. Di antaranya pengembangan kawasan industri dapat mengakibatkan urbanisasi dan pertumbuhan pendatang yang cepat.

Tak hanya itu, keberadaan Pelabuhan Patimban pun akan berdampak. Maka diperlukan dukungan akses jalan memadai. Maka dibuat jalan baru Cilamaya-Patimban dan Pamanukan-Patimban.

“Membuat jalan-jalan baru bukan tanpa alasan. Perkembangan industrialisasi, pertumbuhan penduduk, adanya pelabuhan Patimban dan perkembangan pariwisata akan berdampak. Lihat kemacetan di akhir pekan, sudah terasa. Alhamdulilah pusat mengakomodir usulan kami,” tandasnya.

Pembangungan infrastruktur jalan-jalan baru tersebut lanjut Kang Jimat, diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian baru dan membuka akses keterisolasian.

Selain sejumlah program infrastruktur, Perpres tersebut juga mengakomodir sejumlah penunjang kawasan industri Manyingsal dan Cipeundeuy.

“Kami mohon maaf belum bisa membangun Subang karena dampak pandemi Covid-19. Anggaran dialokasikan untuk kesehatan, penanggulangan wabah Covid. Tapi kami menyiapkan infrastruktur untuk masa 50 tahun atau 100 tahun akan datang. Sepeti halnya Presiden Soekarno membuka Tarum Timur tahun 1950-an lalu, terasa manfaatnya hingga sekarang,”  ujarnya.

Menutup tahun 2021, jalur lingkar cagak yang dibangun pertengahan tahun lalu sudah dibuka. Sehingga dapat mengurai kemacetan momen libur natal dan tahun baru.

Sejumlah terobosan program Kang Jimat pun mendapat respons positif dari warga maupun partai koalisi.(man)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *