oleh

Tak Diperbaiki, Jalan Pangheotan-Cipada Rusak Berat

BANDUNG BARATWarga Cipada Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berharap ada perbaikan Jalan Pangheotan-Jalan Cipada. Pasalnya, Jalan sepanjang kurang lebih 7,6 km dengan lebar 3,5 meter tersebut, sudah lama dibiarkan rusak berat.

Ketua BPD Ganjarsari Imas Fatimah (42) mengungkapkan, warga berharap jalan itu segera diperbaiki karena merupakan satu-satunya akses menuju perkotaan atau akses penghubung antara Kecamatan Cikalongwetan dengan Kecamatan Cisarua.

“Terakhir jalan diperbaiki saat KBB masih bergabung dengan Kabupaten Bandung. Artinya sudah Kurang lebih 30 tahun tidak diperbaiki. Pokoknya sejak KBB berdiri, tidak ada perbaikan. Padahal setiap kampanye calon bupati, kita berkomitmen siap mendukungnya, asal jalan itu diperbaiki,” ujarnya, Selasa (11/1).

Janji tinggal janji, kenyataannya hingga kini jalan tersebut tetap saja dibiarkan rusak. Malahan ada isu, jalan itu tidak bisa dibangun karena terkendala dengan status lahan yang merupakan milik perkebunan.

Sementara status jalan tersebut, jalan milik kabupaten. Apabila persoalannya lahan kepemilikan, tinggal dilakukan kerja sama saja antara Pemkab Bandung Barat dengan PT Perkebunan.

“Kalau yang jadi persoalan ijin dari perkebunan, kita sekarang sudah ada ijinnya kok,” ungkap Imas.

Pihaknya sudah lama memperjuangkan agar jalan tersebut, segera mendapat perbaikan. Termasuk menyampaikan hal tersebut pada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan.

Direncanakan, pihaknya akan audensi langsung dengan Plt Bupati dengan harapan keinginan warga dapat terwujud. Imas sudah mendapat informasi, jika pihaknya akan diterima oleh Plt Bupati pekan depan.

“Kita berharap, bisa dilaksanakan sesegera mungkin. Jangan sampai, makin parah kondisinya,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, apabila jalan Pangheotan-Cipada diperbaiki, efek dominonya bakal dinikmati masyarakat sekitar.

Imas meyakini, perekonomian warga setempat bakal meningkat karena akses jalan tidak lagi jadi hambatan.

“Apalagi di sekitar daerah sini, sekarang banyak tempat wisata. Jadi kalau aksesbelitasnya bagus, ini menjadi penunjang juga bagi tempat pariwisata,” imbuh Imas.

Sementara itu, Kabid Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KBB, Aan Sopian mengatakan perbaikan dan pembangunan jalan di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejak awal tahun 2022 berhenti total.

“Yang dihentikan itu paket 1 yang meliputi Selacau-Cililin. Menyambung Cililin-Sindangkerta, Sindangkerta -Celak, Celak-Gununghalu, Bunijaya-Cilangari, Cilangari-Cisokan,” Ujar Aan (11/1).

Sementara untuk paket 2, dari Rancapanggung (Cililin) sampai Cijenuk (Cipongkor) dengan panjang 15 kilometer sudah selesai tahun 2021. Paket 1 dikerjakan oleh PT Brantas Perusahaan plat merah tersebut minta perpanjangan kontrak atau adendum.

“PT Brantas mengajukan perpanjangan perbaikan jalan ke PT SMI selaku pihak yang mendanai proyek tersebut. Sampai sekarang masih belum ada jawaban, apakah pengerjaannya akan kembali dilanjutkan oleh PT Brantas atau pihak lain melalui lelang.

Selama belum ada jawaban, maka pengerjaan dihentikan sementara,” tandasnya.
Pihak PT Brantas sendiri meminta perpanjangan lima bulan, dimana tiga bulan menyelesaikan perbaikan jalan dan dua bulan membangun jembatan tajim.

Selain daripada itu Aan optimistis pengerjaan jalan bakal tuntas tahun ini. Plt. Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mengingatkan bahwa akhir Januari semua proyek harus mulai dilelangkan.

“Ya kami dari dinas PUPR Optimis bahwasannya pengerjaan jalan wilayah selatan di KBB ini akan tuntas tahun ini, karena PLT Bupati Bandung Barat pun sudah mengingatkan untuk akhir januari semua proyek harus mulai di lelangkan,” pungkasnya. (bbs/je/sep)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *