oleh

Pilkades Ganggu Capaian PBB, Salah satunya Desa Karanganyar Baru 9 Persen

SUBANG-Desa Karanganyar merupakan salah satu Desa yang mendapat evaluasi soal rendahnya capaian progres pungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Bahkan belum lama ini, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari Bapenda Kabupaten Subang, turun langsung ke Kecamatan Pusakajaya untuk memonitor dan mengevaluasi progres pemungutan PBB.

Berdasarkan hasil uji petik dari 8 Desa se-Kecamatan Pusakajaya yang terendah capaian PBB-nya ada dua desa, yakni Karanganyar dan Kebondanas. Untuk Desa Karanganyar sendiri baru capaiannya cuma 9 persen, tersisa 90,7 persen.

Camat Pusakajaya Drs Vino Subriadi mengatakan, terkait dengan capaian PBB di Desa Karanganyar saat ini sedang ditindaklanjuti oleh Pemerintah Desa. Berkaitan dengan temuan-temuan di lapangan juga pihak Desa sudah menindaklanjuti dengan membentuk tim.

“Pembinaan, evaluasi sudah dilakukan, sekarang dengan Kepala Desa yang baru sedang ditindaklanjuti,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karanganyar yang baru saja dilantik Bupati Subang, Ali Imron mengatakan, hasil evaluasi tim Bapenda yang langsung terjun ke lapangan memang benar. Karanganyar ini capaian PBB nya sangat rendah baru 9 persen. Mungkin karena Desa Karanganyar ini baru saja melaksanakan pilkades, jadi pihak petugas kolektor PBB belum sempat menagih ke masyarakat dan yang sudah dipungutpun belum sempat disetorkan,” ujar Iim.

“Sebelum tim monev datang ke sini, saya pun sempat mempertanyakan kepada petugas kolektor. Sampai sejauhmana pencapaian PBB Desa Karanganyar? Jawaban dari petugas kolektor waktu itu ia bilang, belum sempat menagih ke masyarakat karena terhalang oleh pilkades,” jelasnya.

Lebih lanjut Iim mengatakan, terkait rendahnya capaian PBB di Desa Karanganyar akan secepatnya diselesaikan. Mudah-mudahan dalam jangka waktu tidak terlalu lama, capaian PBB Desa Karanganyar bisa ditingkatkan minimal 50 persen atau bisa lunas 100 persen.

“Saya berharap kepada petugas kolektor PBB, apabila ada uang pajak yang sudah ditagih dari masyarakat segera disetorkan agar tidak terjadi akibat permasalahan hukum, dan apabila belum dipungut ke masyarakat ayo kita bersama sama untuk memungutnya,” pungkas Iim.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Subang H Ahmad Sobari, S.Sos., M.Si, membentuk 5 Tim yang berjumlah 7 orang setiap timnya untuk melakukan Monitoring dan Evaluasi PBB terendah di bawah 10 Persen tahun 2021 Desa dan Kelurahan se Kabupaten Subang. Kegiatan dipusatkan di Desa Karanganyar Kecamatan Pusakajaya.

Menurut Ahmad, dari 8 Desa di Kecamatan Pusakajaya yang paling rendah capaian target PBB-nya ada dua Desa yaitu Desa Karanganyar yang capaian target PBB nya 9 persen masih menyisakan 90,7 persen, dan Desa Kebondanas yang masih menyisakan 75,45 Persen.

“Makanya Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Subang langsung membentuk Tim Evaluasi untuk melakukan Uji petik langsung kelapangan,” ujar Ahmad Sobari.

Menurut Ahmad, Tim Monitoring dan Evaluasi ini melakukan uji petik ke lapangan dijadwalkan dari Januari hingga Maret 2022.

Sementara Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Drs Tatang Saepulloh, M.Si, menambahkan, dari hasil tim yang melakukan Monitoring dan Evaluasi kelapangan di hari pertama yang dipusatkan di Desa Karanganyar Kecamatan Pusakajaya setelah dilakukan uji petik dikumpulkan seluruh perangkat desa di Desa Karanganyar.

“Ternyata setelah diujipetik itu, penyebabnya salah satunya tidak ditagih oleh petugas Kolektor PBB Desa. Ada juga yang bayar tetapi tidak disetorkan. Pelaksanaan Monitoring dan Evalusi PBB Terendah ke Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Subang tersebut dilaksanakan dari Januari hingga bulan Maret 2022,” jelas Tatang. (ygi/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.