Ormas Tutup Akses Jalan Suryacipta, Kades-Kades Ngeluh Aktivitas Warganya Terganggu

Ormas Tutup Akses Jalan Suryacipta, Kades-Kades Ngeluh Aktivitas Warganya Terganggu
0 Komentar

KARAWANG- Ikatan Kepala Desa (IKD) Ciampel dan warga mengeluh akibat aksi Ormas yang melakukan penutupan akses jalan. Buntut sengketa antara Kawasan Indurstri Suryacipta yang memiliki sertifikat tanah dengan warga yang mengaku sebagai ahli waris.

Belum lama ini beredar surat para kepala desa yang tergabung di IKD Ciampel kepada kepolisian yang isinya meminta penutupan jalan menuju kawasan industri Suryacipta yang dilakukan oleh Ormas agar diselesaikan permasalahannya oleh kepolisian.

Adanya penutupan akses jalan dirasa sangat menghambat akitivitas ekonomian warga Ciampel.

Baca Juga:Kasus Covid 19 di Subang Meningkat, Kapolres: Tegaskan Kembali Prilaku 3MAtlet Pordasi Asal Purwakarta Lolos Kejurnas

“Kami mohon kepada Kapolres Karawang kepada Kapolres Karawang untuk menyelesaikan atas penutupan jalan yang menuju kawasan industri tersebut dikarenakan sangat menganggu aktuvitas masyarakat khususnya masyarakat Ciampel,” tertulis pada surat tersebut yang tertulis nama Ketua IKD Ciampel Margono, dan sekretarisnya, Adon Jahilin.

Untuk diketahui, pada 25-26 Januari kemarin, ormas yang mendampingi ahli waris yang sedang bersengketa dengan Kawasan Industri Suryacipta melakukan penutipan atau pemblokiran akses jalan menusu Kawasan Indutri Suryacipta.

Sebagai kawasan industri yang telah ditetapkan sebagai objek vital nasional, kejadi penutupan akses jalan menuju kawasan tersebut banyak disayangkan masyarakat.

Sejumlah buruh pabrik yang bekerja di perusahaanpperusahaan yang ada di dalam Kawasan Industri Suryacipta pun mengeluhkan adanya pemblokiran jalan yang membuat sterganggunya mobilitas para pengguna jalan di sana.

“Iya mas agak terganggu, apalagi sampai lebih dari 24 jam. Nggak tahu juga ini kenapa kepolisian juga kenapa nggak langsung membukanya,” kata seorang buruh pabrik yang melalui akses jalan yang ditutup.

Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN)Karawang, Fadludin Damanhuri menilai sengketa lahan di kawasan industri berpotensi mengusik kenyaman para investor yang telah ada melakukan aktivitas usahanya.

“Berdampaknya kepada perusahaan-perusahaan tersebut terkait kemanan serta kenyamanan. Sesuai dengan aturan yang ada, bahwa kawasan indutri itu termasuk ke dalam objek vital nasional. Nah memang yang sudah ada di sana pasti akan keganggu keamanan serta kenyamanan investasi,” kata Fadel.

Baca Juga:Diduga Lecehkan Kalimantan Lalu Minta Maaf, Edy Mulyadi Siap Jalani Hukum Adat, Asalkan…Waspada! Angka Terkonfirmasi Covid 19 di Subang Kembali Tinggi

Apalagi, kata Fadel Suryacipta merupakan kawasan industri yang masuk ke dalam objek vital nasional. Kata dia, kawasan industri yang masuk ke dalam objek vital nasional secara periodik hasrus memberikan laporan ke pemerintah.

0 Komentar