oleh

PPKM Level 3, Luhut Minta Warteg Tutup Jam 9, Netizen: Aroma Bentar Lagi mau Ramadhan

RAGAM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Jabodetabek, naik menjadi level 3 PPKM.

“Berdasarkan level asesmen saat ini, kami sampaikan bahwa aglomerasi Jabodetabek, di Yogyakarta, Bali, Bandung Raya, akan ke level 3. Hal ini terjadi bukan akibat tingginya kasus, saya ulangi, bukan akibat tingginya kasus, tetapi juga karena rendahnya tracing,” papar Luhut, dilansir dari Antara, 7 Februari 2022 via Fin.

Dalam penerapannya, kegiatan supermarket bisa beroperasi sampai pukul 21.00 dengan maksimal pengunjung 60 persen. Untuk pasar raya bisa beroperasi sampai pukul 20.00 dengan maksimal pengunjung 60 persen.

Mal atau pusat perbelanjaan bisa dibuka sampai pukul 21.00 dengan maksimal 60 persen pengunjung.

“Bagi anak kurang dari 12 tahun, minimal vaksin dosis pertama. Tempat bermain anak serta tempat hiburan dapat dibuka maksimal 35 persen dan wajib bukti vaksinasi untuk anak di bawah 12 tahun,” terang Menko Luhut.

Kemudian warteg dan lapak jajan dapat dibuka samoai pukul 21.00, maksimal 60 pengunjung. Demikian juga restoran dan kafe yang bisa dibuka dengan maksimal 60 persen pengunjung sampai pukul 21.00.

“Untuk bioskop tetap kita buka dengan anak di bawah 12 tahun diperbolehkan masuk tetapi harus sudah menerima dosis pertama,” terang Menko Luhut.

Adanya pemberitaan itu, sejumlah akun Instagram yang turut memberitakan ulang soal PPKM Level 3, salah satunya @infotangerang.id. Unggahannya pun dibanjiri oleh cuitan netizen.

“Kalau warteg tutup jam 9 aku lapar malam hari mesti cari kau untuk ku makan” @abdoelaz4215

“Ngapa pas mau puasa atau lebaran doang yaa??ini virus atau iblis yg kalian mainkan?” @blazerdamai

“Udah brp kekayaan si die selama covid yaa , apa masih blm cukup” @ennolsty

“Aroma bentar lg mau ramadhan…” @holis_1985

“3 kali Puasa 3 kali lebaran., Corona gk Pulang2,, apa pemerintahnya yg memperpanjang…?” @sitiromlah1510. (Jni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.