oleh

Cara Mendidik Anak yang Susah Diatur Dalam Islam

Parenting – Banyak orangtua yang mengeluhkan mengenai sulitnya cara mendidik anak. Sudah banyak cara yang dicoba tetapi hasilnya nihil. Bahkan terkadang akibat anak yang sulit diatur dampak buruknya tidak hanya dirasakan pada keluarga tetapi pada orang lain juga. Tidak perlu cemas karena semua kendala pasti ada solusinya termasuk mendidik anak yang susah diatur.

Mayoritas orangtua akan emosi jika memiliki anak yang susah diatur dan cenderung akan memarahinya. Parahnya, terkadang beberapa orangtua melakukan kekerasan fisik kepada sang anak. Bagaimanapun cara seperti itu adalah salah hal tersebut merupakan cara zaman dulu dan efeknya akan ditiru oleh sang anak dikemudian hari.

Cara Mendidik Anak yang Susah Diatur Dalam Islam

Terdapat beberapa cara untuk melunakan hati sang anak agar lebih mudah diatur atau dinasehati. Berikut penjelasan Buya Yahya dalam kanal youtube Al-Bahjah TV.

“Bagi ibu-ibu yang anaknya bandel tidak usah kesal” Ujar Buya Yahya.

Apabila orangtua merasa kesal karena anaknya melakukan kesalahan, nakal atau sulit diatur. Cara pertama yang harus dilakukan adalah dengan memperbanyak istighfar sebagai bentuk pengharapan agar anak tersebut menjadi baik dan kembali kepada Allah SWT.

“Anda menyesal, istighfar yang banyak dan minta kepada Allah, diniati anaknya yang nakal itu kembali kepada Allah. Nanti akan kembali. Ingat Allah Maha Kasih, tidak boleh putus asa. Tarik anak dengan cara yang halus. Karena mungkin anda mendidik anak dengan cara yang salah, maka anak akan tumbuh dengan cara yang salah. Mau diajak untuk yang bener itu susah,” tambahnya.

Kemudian hal yang dapat dilakukan untuk melembutkan hati anak yang sudah keras adalah dengan melakukan sedekah di tempat-tempat para pencari ilmu agama misalnya di pondok pesantren dan yang lainnya.

“Cintai para penuntut ilmu yang ada di kiri kanan rumah anda. Ibu bapak sambungkan dengan pondok pesantren, madrasah diniyah, dan lainnya. Sisihkan uang untuk membantu,” Jelas Buya Yahya

“Daripada nangis kesal, lebih baik sedekah. Hidupkan madrasah diniyah di kampung-kampung,” rincinya lagi.

Buya Yahya berpesan agar orangtua sadar bahwa dari kecil kita belajar ilmu sholat, belajar wudhu di mushola, bukan di kampus.

“Ingat dulu anda belajar wudhu belajar sholat dimana di mushola. Di kampus sudah tidak ada belajar wudhu,” kata Buya Yahya.

“Madrasah diniyah di kampungnya ayo didukung. Khususnya jika Allah berikan kelebihan rezeki,” tegasnya lagi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.