oleh

Membentak Anak Dapat Akibatkan Psikologis dan Kesehatan Otak? Begini Penjelasan Ahli

Parenting – Membentak anak kerap dilakukan oleh sebagian orang tua dengan alasan agar anak disiplin. Padahal, hal tersebut dapat mengakibatkan proses tumbuh kembang sang anak. Setiap anak yang terlahir mempunyai perbedaan dan keistimewaan masing- masing.

Oleh karena itu membesarkan dan mendidik anak dapat dibilang tidak mudah. Pada suasana tertentu terkadang orangtua emosi bahkan membentak saat anak tidak menururti perintah dan sebagainya. Meskipun membentak dihadikan salah satu cara untuk mendidik, namun ternyata membentak anak mempunyai dampak yang buruk.

Akibat Membentak Anak

Seperti banyak diketahui bahwa anak dengan usia mulai dari 0-5 tahun masih berada dalam proses perkembangan yang meningkat cepat. Pada saat seperti itu keberadaan orangtua sangat penting dalam mendorong tumbuh kembangnya. Di sinilah peran orang tua sangat penting dalam mendukung tumbuh kembangnya.

“Membentak sekali memang belum dapat memberi efek yang signifikan pada anak, namun jika orang tua membentak anak setiap hari maka dapat meningkatkan risiko perkembangan otak yang terganggu,” jelas Samanta Elsener, M.Psi., Psikolog Anak dan Keluarga, dalam Webinar “Waspada Membentak Dapat Merusak Kesehatan Mental Anak” di Orami Playdate Festival pada Rabu, 23 Maret 2022.

Menurut penelitian National Institutes of Health, berteriak atau membentak anak dapat membuat anak-anak menjadi lebih agresif, secara fisik dan verbal. Berteriak atau membentak anak adalah bentuk dalam meluapkan emosi. Hal ini membuat akan membuat anak-anak takut dan merasa tidak aman. Adapun dampak yang lainnya adalah sebagai berikut :

Anak menjadi tertutup, akibat yang ditimbulkan kepada anak yang dibentak adalah rasa takut atau tidak aman. Dari peristiwa tersebut anak berkemungkinan menjadi pribadi yang tertutup dan rasa enggan untuk bercerita kepada orang tua. Kondisi tersebut sangat memengaruhi psikologis anak dan membuat anak merasa tertekan ketika menghadapi masalah tanpa berkonsultasi dengan orang tuanya. Ketika anak mulai mengasingkan diri dari orang tuanya, ia akan mencari perlindungan dari orang lain. Sehingga peran orang tua dalam mengasuh anak akan tidak diperhatikan.

Menjadi pemberontak, “Kalau kita menasihati anak dengan cara membentak mereka terus-menerus, bukan perilaku baik yang kita dapatkan, justru perilaku anak bahkan akan menjadi lebih buruk,” jelas Samanta.

Anak akan merasa tidak dihargai ketika terlalu sering dibentak oleh orangtua. Meskipun membentak adalah salah satu cara meluapkan amarah orang tua terhadap anaknya, namun hal ini sangat menganggu kejiwaan anak dan tindakannya. Semakin emosi orang tua, maka anak-anak akan semakin melawan dan membantah kita.

Tidak percaya diri, saat membentak anak karena kesalahan yang kecil, ini membuat kepribadian anak tumbuh menjadi sosok yang kurang percaya diri dan minder. Jika sudah begitu anak akan sulit dalam mennjalankan aktivitas. Anak akan merasa tidak dihargai dan kerap merasa berbuat salah. (orami/yni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.