oleh

Mencegah Katarak dengan Memakai Kaca Mata Hitam, Begini Penjelasannya

HealthMayoritas orang menghubungkan pemakaian kacamata dengan fashion atau trend. Padahal, pemakaian kacamata memiliki manfaat untuk kesehatan begitupun dengan kacamata hitam.

Dikutip dari alodokter menururt para ahli, penggunaan kacamata hitam dapat menurunkan atau mencegah risiko kerusakan pada mata. Adapun beberapa keadaan kesehatan yang dapat dicegah dengan penggunaan kacamata hitam, ternyata lumayan banyak.

Salah satunya adalah katarak. Katarak sendiri dapat disebabkan oleh salah satunya paparan sinar UVA dari matahari. Saat menembus kornea, ultraviolet disebut dapat menyebakan kerusakan pada mata, memicu terjadinya katarak.

Oleh karena itu, wajib bagi mereka yang sering beraktifitas di luar ruangan, dan berurusan dengan paparan sinar matahari, untuk mengenakan kacamata hitam. Kemudian yang perlu diketahui soal radiasi sinar ultraviolet, adalah bahwa pada pukul 10 hingga 4 sore, adalah suasana di mana potensi kerusakan akibat UV lebih tinggi terjadi.

Selain menggunakan kacamata, konsumsi buah-buah tertentu, sangat baik untuk mencegah terbentuknya katarak di kemudian hari.

Menurut ahli, mereka yang rutin mengkonsumsi vitamin C, punya potensi kecil untuk terkena katarak di hari kemudian. Kemudian konsumsi buah yang disarankan untuk mencegah katarak, adalah seperti jeruk, jeruk Bali, jambu biji dan beberapa lainnya.

Katarak adalah Penyebab Kebutaan Nomor Satu di Dunia

Banyak nya kondisi mata tertentu, katarak berada di urutan teratas penyebab kebutaan pada manusia. Menurut beberapa hasil studi observasi, katarak banyak terjadi pada mereka dengan kadar antioksidan yang rendah. Dikutip dari Healthline, katarak merupakan kondisi di mana lensa mata diselimuti oleh ‘kabut’, mencegah mata untuk mengirim visual yang jelas melalui retina mata.

Kondisi ini terjadi secara perlahan, namun ketika sudah memburuk, maka pengelihatan akan mulai merasakan dampaknya.
Bisa terjadi pada kedua belah mata, katarak tidak selalu datang beriringan. Umumnya terjadi pada mereka yang lansia, namun dapat dipicu oleh penyakit atau gaya hidup yang buruk. (fin/yni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.