oleh

Kepala Desa Ciasem Baru Kucurkan Dana Rp100 Juta Modal Awal Kembangkan BUMDes

SUBANG-Kepala Desa Ciasem Baru Indah Aprianti S.H bertekad memaksimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai wadah peningkatan perekonomian. Menurut Indah, keberadaaan BUMDes sebagai pilar ekonomi telah banyak sukses di beberapa tempat.

“BUMDes sebagai pilar kemajuan ekonomi Desa yang kini perannya amat penting,” kata Indah.

Dia mencontohkan bagaimana Desa Ponggok di Klaten yang dapat mengelola potensi wisata dengan memaksimalkan BUMDes. “Pendapatan pereka setahun itu miliaran. Bahkan profit dari BUMDes bisa digunakan untuk membangun infrastruktur, tidak hanya dari dana desa saja,” jelas Indah.

Ekonomi desa juga ikut terkatrol dan bergerak di berbagai sisi termasuk perdagangan dan jasa dengana danya wisata yang juga dikelola dan melibatkan BUMDes.

Guna menjalankan kisah serupa, Indah juga tak tanggung-tanggung. Meski baru menjabat Indah, menyiapkan modal awal Rp100 juta untuk kegiatan BUMDes di tahun ini dari anggaran Dana Desa yang terbagi dalam beberapa tahap.

Pada tahap ini, BUMDes terlebih dahulu akan menjalan usaha di bidang Bank Sampah. Menurut Indah, bisa terlebih dahulu dilaksankan di Desa Ciasem Baru.

“BUMDes itu penting. Kita lihat banyak kisah sukses BUMDes yang maju dan berjalan menghasilkan PADes. Kita sedang melaksanakan step by step dan Bank Sampah juga sudah mulai berjalan,” ujar Indah.

Kini, kata Indah, sejumlah rencana terus disusun dan perlahan mulai dilaksanakan secara bertahap. Selain menggunakan anggaran yang ada, sejak pertama kali ia dilantik, ia mulai aktif menjalin banyak komunikasi dengan jejaring yag ia miliki.

Meski sebagai perempuan, ia ingin membentuk pondasi yang kokoh bagi pembangunan dan kemajuan Desa Ciasem Baru. Desa dengan segala potensi yang dimiliki, akan dikhtiarkan selama 6 tahun ke depan untuk menjemput gelombang kemajuan.

“Untuk menjemput support bagi BUMDes, kita tidak berangkat dari media yang kosong, tapi sudah ada dan berjalan. Alhamdulillah bank sampah ini juga berjalan termasuk melibatkan RT/RW setempat sebelum diangkut oleh mobil dan ditimbang BUMDes,” tuturnya.

Untuk itu, selama enam tahun ke depan, pertanian merupakan salah satu prioritas yang akan dilakukan oleh Indah. Sejumlah rencana baik infrastruktur pertanian, konektivitas BUMDes dengan Pertanian hingga potensi penciptaan desa wisata berbasis Pertanian menjadi salah satu targetnya.

“Soal infrastruktur kita memiliki dana desa untuk mendorong itu. Tapi kita taka akan berhenti disitu, kita akan kejar dari pintu lain seperti dari aspirasi, atau juga jejaring-jejaring yang saya miliki baik di Kementrian Pertanian maupun Kementrian Desa. Insya Allah akan terus kita usahakan. Pengajuan-pengajuannya kita mulai tahun ini, karena untuk tahun ini sudah mulai masuk tahun anggaran berjalan ya,” jelas Indah.(ygi/ysp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.