oleh

Tips Mengajarkan Anak Untuk Lebih Mandiri dengan Menerapkan Tough Love

Parenting – Setiap orangtua pasti ingin menerapkan pola asuh dan mendidik anak dengan cara yang terbaik dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Sebagai orangtua, jangan sampai kita abai dalam memenuhi hak anak. Bukan hanya pemenuhan hak secara fisik seperti memberikannya makan dan minuman bergizi supaya mereka dapat tumbuh dan berkembang, atau memberikannya baju terbaik, namun harus juga memberikannya perlindungan, kasih sayang dan bimbingan.

Pola pengasuhan anak menjadi hal yang cukup menantang. Terlebih di zaman teknologi seperti ini. Jangan sampai kehadiran orangtua tergantikan oleh gadget. Namun adanya teknologi juga membantu kita, para orangtua untuk lebih mudah mendapatkan referensi yang berhubungan dengan ilmu parenting. Bahkan sebelum memasuki babak pernikahan, ilmu parenting menjadi salah satu hal dasar yang bisa dipelajari oleh para calon orangtua.

Tips Mengajarkan Anak Untuk Lebih Mandiri dengan Menerapkan Tough Love

Apa itu tough love?

Tough Love adalah salah satu cara  untuk mengajarkan bagaimana anak dapat bertahan di tengah dentuman keras kehidupan. Mereka diajarkan dan dihadapkan pada hal-hal yang sulit atau berat supaya mereka terbiasa dan mampu bertahan saat mereka menghadapi masa-masa sulit.

Jika mereka terbiasa dengan kondisi sulit tersebut, mereka akan lebih menghargai setiap nikmat yang mereka peroleh. Bukannya melarang mereka dari perasaan senang, tetapi menunda kesenangan atau biasa disebut delayed gratification supaya mereka merasakan sakit terlebih dahulu sebelum senang. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Seperti bunyi kata pepatah.

Tough love juga mengajarkan kepada anak agar lebih bertanggung jawab atas kehidupan dan atas keputusan yang mereka buat. Orangtua yang memakai pola pengasuhan tough love tidak akan melindungi atau membantu secara langsung kepada sang buah hati dalam menghadapi setiap akibat yang telah mereka ambil.

Para orangtua ini akan membiarkan anak mereka menghadapi dan menyelesaikan setiap konsekuensi tersebut sendiri.

Bukan bermaksud tidak peduli, hanya saja orangtua mengharapkan agar sang buah hati mendapat pelajaran hidup dari peristiwa tersebut dan dapat lebih bertanggung jawab dan cermat dalam mengambil keputusan maupun berperilaku. Orangtua disini hanya berperan sebagai fasilitator, bukan mendikte.

Pola pengasuhan tough love bisa jadi sulit diaplikasikan karena seringnya anak malah melawan. Namun, jika dilakukan dengan benar, karakter dan perilaku anak dapat terbentuk ke arah yang lebih baik . Dalam pola pengasuhan tough love ini, anak tidak hanya dibiarkan saja bertanya-tanya sendiri mengapa orangtua mereka tega menempatkan mereka dalam keadaan yang sulit.

Peran orangtua untuk turut menjelaskan dan memberikan pengertian kepada sang anak sangat diperlukan. Orangtua harus bersikap terbuka dan jelas supaya anak tidak merasa dirinya dibenci atau bahkan dikekang dan mencegah bentuk kesalahpahaman lainnya. (hpw/yni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.