oleh

Tarif Listrik Naik untuk Golongan Pelanggan Ini Mulai 1 Juli 2022, Cek Daftarnya di Sini!

PASUNDANEKSPRES-Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan tarif listrik bagi golongan kaya atau non subsidi 3.500 Volt Ampere (VA) ke atas (R2 dan R3) dan golongan pemerintah (P1, P2 dan P3) per 1 Juli 2022 mendatang.

Tarif Listrik Naik untuk Golongan Pelanggan Ini Mulai 1 Juli 2022

 

Kenaikkan tarif ini berlaku bagi rumah tangga mampu yang jumlahnya mencapai 2,09 juta pelanggan atau sekitar 2,5% dari total pelanggan PLN yang mencapai sebanyak 83,1 juta pelanggan. Dan juga kepada golongan pemerintah yang jumlahnya sebanyak 373 ribu pelanggan atau sekitar 0,5%.

Kemudian, adanya kenaikan tarif bagi pelanggan rumah tangga R2 daya 3.500 VA hingga 5.500 VA (sebanyak 1,7 juta pelanggan) dan R3 daya 6.600 VA ke atas (sebanyak 316 ribu pelanggan) tarifnya akan disesuaikan dari yang semula Rp 1.444,7 per kWh jadi Rp 1.699,53 per kWh.

Sementara untuk pelanggan pemerintah P1 daya 6.600 VA hingga 200 kiloVolt Ampere (kVA) dan P3 tarifnya semula Rp 1.444,7 kWh jadi Rp 1.699,53 per kWh.

Sedangkan pelanggan pemerintah P2 dengan daya di atas 200 kVA tarifnya dari Rp 1.114,74 kWh jadi Rp 1.522,88 kWh.

Pemerintah masih menahan kenaikkan tarif listrik bagi golongan Rumah Tangga, Bisnis dan Industri. Demi menjaga daya beli masyarakat dan daya saing sektor industri dan bisnis serta mengendalikan inflasi.

BACA JUGA: Kantor PUPR PJN Jabar di Purwakarta Dibobol Maling, Gondol Uang Ratusan Juta di Brankas

Sementara untuk melindungi golongan warga kurang mampu, pemerintah juga memberikan bantuan subsidi listrik supaya masyarakat dapat membayar tarif listrik lebih terjangkau dari tarif ekonomi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Selain dari pelanggan rumah tangga 450-900 VA, pemerintah juga berikan subsidi listrik untuk seluruh kelompok pelanggan sosial diantaranya, rumah ibadah dan sekolah yang masuk dalam golongan S1, S2 dan S3.

Pelanggan S1 itu sendiri adalah pelanggan sosial yang memiliki kapasitas daya 220 VA.

Sementara untuk pelanggan S2 merupakan pelanggan sosial dengan daya 450 VA hingga 200 kVA dan S3 pelanggan sosial di atas 200 kVa.

Kelompok bisnis (B) dan industri (I) juga sebagian ada yang masuk pada golongan subsidi ini. Mereka adalah pelanggan yang masuk kelompok golongan tarif B1 (kapasitas daya 450 VA – 5.500 VA) golongan tarif I1 (kapasitas daya 450 VA – 14 kVA VA), dan golongan tarif I2 (14 kVA – 200 kVA)

Pemerintah juga berikan subsidi listrik kepada fasilitas umum seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan fasilitas publik lainnya dengan daya 450 VA hingga 5.500 VA.

Sementara itu, bagi para pelanggan di luar dari golongan pelanggan yang sudah disebutkan di atas maka masuk ke kategori pelanggan non subsidi.

Nah bagi pelanggan yang hendak melihat daftar tarif listrik naik bagi non subsidi bisa diakses sendiri lewat web https://web.pln.co.id/pelanggan/tarif-tenaga-listrik/tarif-adjustment.(erz)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.