Tekan Angka Stunting, Komisi 9 DPR RI Linda Megawati dan Mitra Kerjanya BKKBN Gencarkan Sosialisasi

Tekan Angka Stunting, Komisi 9 DPR RI Linda Megawati dan Mitra Kerjanya BKKBN Gencarkan Sosialisasi
0 Komentar

SUBANG – Komisi 9 DPR RI bersama Mitra Kerjanya Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), gencar melakukan sosialisasi pencegahan stunting mulai dari hulu.

Sosialisasi berlangsung di Lembah Gunung Kujang, Kabupaten Subang, pada Selasa 21 Juni 2022.

Anggota DPR RI Komisi 9, Linda Megawati menyebut ada berbagai faktor penyebab terjadinya stunting yang harus diketahui masyarakat.

Baca Juga:Menko Airlangga: Alternatif Mekanisme Pendanaan Penting Untuk Memenuhi Financing Gap dalam Mewujudkan Ekonomi HijauResmikan GCC, Ridwan Kamil Beli Karya Pelukis Sumedang

Selain perilaku pascakelahiran serta kultur yang selama ini terjadi, air dan sanitasi juga harus diperhatikan.

Selain itu, penyuluhan bagi pasangan yang akan menikah juga harus ditingkatkan.

“Kita juga harus mencegah terjadinya pernikahan dini. Saat ini angka pernikahan dini di Indonesia masih cukup tinggi. Padahal itu sangat beresiko terjadinya stunting,” jelasnya.

Dari sisi parlemen, lanjut Linda, pihaknya telah mendorong lahirnya rancangan undang-undang (RUU) peningkatan kesejahteraan ibu dan anak yang salah satunya mencakup upaya pencegahan stunting.

“Intervensi serius harus dilakukan pemerintah lewat UU sehingga angka stunting serta kematian ibu dan bayi bisa ditekan seminim mungkin,” jelasnya.

Koordinator Bidang ADPIN BKKBN Jabar, Herman Melani menyebut kondisi stunting secara nasional di Indonesia saat ini masih tinggi yakni di angka 24 persen.

Angka ini jauh di atas standar yang ditetapkan WHO sebesar 15 persen.

Baca Juga:Setelah 15 Tahun Berdiri, Baru di Era Hengki, WP Diberikan ApresiasiUAS Bawa Berkah untuk Pedagang, Dewan Dakwah Subang: Motivasi dan Penebus Kerinduan

Tentunya ini menjadi tanggungjawab bersama pemerintah serta seluruh stakeholder agar angka stunting bisa ditekan.

“Sosialisasi harus digencarkan mulai hulu, tentang arti pentingnya hidup sehat guna mencegah bayi stunting,” ujarnya.

Dia juga menilai cara sosialisasi yang masif terutama di kalangan remaja dan calon pasangan muda, menjadi salah satu cara untuk menekan angka stunting.

“Sosialisasi juga dilakukan lewat posyandu, PKK dan elemen lainnya yang melibatkan ibu dan remaja,” tukasnya.(idr)

0 Komentar