Diduga Kecanduan Judi Slot, Bendahara Satpol PP Nekat Tilep Uang BPJS Rp618 Juta

NASIONAL-Seorang pegawai Satpol PP Kota Semarang berinisial L yang menjabat sebagai bendaraha diduga tilep uang iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) milik sebanyak 177 tenaga dari non Aparatul Sipil Negara (ASN).

Jumlah nominal uang BPJS yang telah ia tilep pun tak sedikit, diperkirakan hingga mencapai Rp 618 juta. Lebih ironisnya lagi ternyata uang tersebut ia gunakan untuk bermain judi online.

BACA JUGA: Bikin Merinding, Kisah Mistis Tiga Makam Tanpa Nisan di Kota Solo

Sementara itu kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto membeberkan, penggelapan uang ini diketahui usai pihak dari BPJS mengirimkan surat tagihan per September 2021. Pada surat tagihan disebutkan ada tunggakan selama 19 bulan.

“Setelah ada tagihan, pelaku berinisial L kami undang untuk klarifikasi. Ternyata uangnya untuk judi online. Ini sangat kami sayangkan,” ujarnya, melansir dari LambeTurah, Senin (27/6/2022).

Ia menambah bahwa L sudah tilep uang BPJS milik tenaga non ASN sekitar Mei 2020 sampai Agustus 2021. Setiap bulannya L yang ketika itu menjabat sebagai pembantu bendahara Satpol PP sudah memalsukan bukti setoran ke bendahara. Padahal uang setoran yang diterima L mencapai Rp32 juta.

Satpol PP kemudian menyerahkan kasus ini ke Inspektorat Kota Semarang, L diberi waktu selama 15 hari untuk mengembalikan uang yang ia gelapkan tersebut. Tapi L merasa keberatan. Pada 24 Februari 2022, Pemkot Semarang melakukan pemecatan terhadap L.(erz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.