Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia: Pentingnya SNI Terhadap Produk HPTL

Ilustrasi VAPE Termahal, Sofia From Shisha Sticks, Rp.1,2 Miliar
Ilustrasi VAPE Termahal, Sofia From Shisha Sticks, Rp.1,2 Miliar
0 Komentar

RAGAM – Pemerintah Indonesia telah mengakui rokok elektrik seperti vape melalui pengenaan cukai sejak 2018. Bahkan tahun 2022, kategorisasi produk rokok elektrik semakin diperhatikan oleh Pemerintah.

Walaupun terkadang misinformasi perihal vape masih banyak ditemui, namun pemerintah di sejumlah negara justru mengambil langkah maju untuk mengakui Vape  dan menjadikannya sebagai bagian dari strategi menurunkan angka perokok.

Di Indonesia, semenjak ditetapkan kebijakan cukai likuid untuk vape pada 2018, seluruh produsen wajib menempelkan pita cukai di kemasan likuid. Salah satunya bertujuan menghindari Liquid dan vape ilegal.

Baca Juga:Daftar Harga Susu Formula 1-3 Tahun dari 5 Merek TerbaikPANAS! Kampanye Terselubung Mendag, Minta Warga Pilih Putrinya saat Pileg, Ini Respon PKS

Likuid dan device ilegal tentu mempunyai potensi disalahgunakan dan juga mengandung kandungan zat-zat berbahaya yang tidak standar, seperti zat psikotropika bahkan narkotika.

Di samping itu, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo) Paido Siahaan mengingatkan pentingnya SNI terhadap keamanan produk HPTL.

“SNI diperlukan agar konsumen dapat menikmati barang yang sesuai antara harga dan kualitasnya,” terang Paido dalam keterangan tertulisnya via JawaPos.com, Senin (11/7).

Popularitas vape juga meningkat di kalangan perokok yang mau beralih ke produk alternatif.

Sebuah Studi dari University of Queensland, Australia menyebut, vape 50 persen lebih efektif membantu perokok lepas dari kecanduan merokok dibanding terapi pengganti nikotin.

Perkembangan Inovasi seiring dengan berkembangnya inovasi dalam industri vape. Maka dari itu, kebutuhan konsumen yang berhubungan dengan aspek keamanan dan kenyamanan tentu harus mendapat porsi perhatian utama.

Ketua Indonesia Vapor Group, Aryo Andrianto pun memaparkan, sejumlah inovasi produk hadir, salah satunya munculnya vape sistem tertutup (closed system) yang menjadi sebuah terobosan baru. Produk sistem tertutup menyatukan likuid, cangkang (cartridge), dan coil menjadi satu kesatuan yang tidak dapat diutak-atik oleh pengguna. Selain itu, produk tersebut lebih sederhana untuk pengguna.

Baca Juga:Catatan Harian Dahlan Iskan: Lebih SulitBikin Ngiler! Honda Rilis Mobil Listrik dengan Warna Bergengsi

“Pada vape sistem tertutup, produk tersebut lebih sederhana karena hanya terdiri dari cartridge sekali pakai dan baterainya. Ini berbeda dengan vape sistem terbuka yang membutuhkan likuid yang terpisah dari cartridge dan lain-lain,” jelasnya.

Lalu, produk vape sistem tertutup lebih terjangkau untuk pasar juga lantaran berpotensi mempunyai titik distribusi yang lebih banyak dibandingkan vape sistem terbuka.

0 Komentar