Ayesta dan Aleeya Terlahir Kembar Siam, Biaya Operasi Pemisahan Ditanggung BPJS Kesehatan

Editor:

BANDUNG BARAT-Bayi kembar Ayesta Azalea Putri Emira dan Aleeya Azalea Putri Emira sepintas tampak lucu dan menggemaskan. Namun mereka masih belum bisa bergerak bebas layaknya bayi normal karena terlahir dengan kondisi dempet atau kembar siam.

Kedua orang tuanya pasangan suami istri Eka Lasmana dan Mira Rahayu warga Kampung Umur-umuran RT 02 RW 04 Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), hanya bisa pasrah melihat kondisi buah hatinya.

“Ini ujian buat kami, tapi kami ikhlas dan sedang berihtiar semampunya agar buah hati kami bisa dipisahkan dan bisa hidup normal,” kata Eka saat ditemui dikediamannya, Rabu (13/7).

Dia menuturkan, kendati dempet namun kedua bayinya yang berjenis perempuan dan baru berusia 6 bulan tersebut berada dalam kondisi sehat lengkap dengan organ di dalamnya. Sehingga itu menjadi sebuah asa kondisi kedua buah hatinya bisa pulih layaknya anak-anak normal lainnya.

Sejak istrinya sedang hamil, sama sekali tidak pernah ada keluhan yang dirasakan. Bahkan, tidak ada firasat akan mendapat anak dengan kondisi kembar siam. Itu baru diketahui saat melakukan USG diusia kandungan istrinya empat bulan di salah satu klinik.

“Disitu baru dikabari kalau anaknya kembar, tapi masih dibilang normal,” kata pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini.

Namun ketika dilakukan pengecekan USG di klinik lain pada bulan delapan baru diketahui jika buah hatinya dempet. Hingga pada saat lahir, kondisinya memang kembar siam, dirinya tetap bersyukur lantaran itu merupakan anugerah sekaligus ujian dari sang pencipta.

“Saya berharap keduanya bisa normal dan menjadi anak-anak yang solehah, sukses, dan menjadi kebanggaan untuk kedua orang tuanya,” tuturnya.

Sang ibu, Mira Rahayu menambahkan, berat badan kedua buah hatinya pada saat lahir 2,3 kg. Kini timbangannya keduanya sudah 10 kg dan dalam kondisi sehat. “Kata dokter bisa dioperasi bulan Agustus. Saya hanya bisa berdoa, agar secepatnya dilakukan pemisahan,” timpalnya.

Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rieke Diah Pitaloka mengupayakan operasi pemisahan tubuh Ayesta Azalia Putri Emira dan Aleeya Azalia Putri Emira.

“Insha Allah, kabarnya Agustus ya (operasi) kalau kondisinya memungkinkan. Mudah-mudah juga, kita mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Rieke saat berkunjung ke kediaman Laksmana (23) dan Mira Rahayu (24), Rabu (12/7/2022).

Rieke didampingi Wakil Ketua DPRD Jabar Hj. Ineu Purwadewi Sundari, Wakil Ketua DPRD KBB Hj. Ida Widaningsih dan dari BPJS Kesehatan Jabar serta perwakilan Dinas Kesehatan KBB.

Namun pelaksanaan operasi tersebut masih harus menunggu kepastian dari tim medis. Pihaknya hanya mengawal pelaksanaan operasi kembar siam ini bisa berlangsung dengan lancar. Ia bersama Komisi 6 DPR RI akan berkoordinasi dengan RSHS Bandung agar operasi Ayesta dan Aleeya bisa segera dilaksanakan.

Sebelumnya, DPR RI melayangkan surat ke pemerintah pusat terkait operasi tersebut dan langsung direspon oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan.

“Alhamdulillah, mengirim timnya langsung datang kesini dari provinsi dan juga karena ini masuk Cabang Cimahi, jadi dari Cimahi juga hadir. Mudah-mudahan jangan hanya di depan wartawan saja. Tapi harus benar-benar sampai tuntas,” ucapnya.

Sementara Deputi Direksi Wilayah BPJS Kesehatan Jabar, dr. Fachrurrazzi mengatakan jika bayi kembar siap tersebut termasuk peserta BPJS Kesehatan dan kartunya aktif.

Untuk pelaksanaan operasi, bagi BPJS Keshatan tidak masalah jika dilaksanakan pada Agustus mendatang. Hal itu, apabila kondisi bayinya menurut dokter dalam kondisi sehat.

“Operasi itu sudah ada skemanya ditanggung BPJS. Kalau misalnya ada organ yang perlu donor sekalipun, ditanggung (BPJS). Walau harus dicari dulu,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, BPJS Kesehatan menanggung semua pembiayaan operasi, pasca operasi hingga pasien sembuh. Artinya semua skema yang sudah dirinci rumah sakit, akan ditanggung BPJS Kesehatan.

“Jaminannya sampai dia sembuh sesuai indikasi medis. Karena setelah operasi, pasti ada pasca operasi. Dan pemulihannya, pasti ditanggung sampai beres,” bebernya.(eko/bbs/sep)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.