Malang sekali hidup Karma pria berusia 59 tahun yang tinggal di bekas kandang kambing selama Tujuh tahun lamanya. Kondisinya sangat memperihatinkan, karena hanya mengandalkan dari belas kasihan warga sekitar.
—
Karma, dahulunya memiliki rumah beranyam bambu atau gubuk. Namun ketika banjir terjadi di Pantura, gubuknya ikut hanyut sehingga pilihannya untuk tinggal adalah bekas kandang kambing.
Laporan dari warga sekitar pun langsng direspon Dinas Sosial Kabupaten Subang dan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Kemensos langsung melakukan assessment terlebih dahulu, untuk mengetahui apa kebutuhan Karma, baik tempat tinggal ataupun untuk penghasil sehari-hari.
Baca Juga:Topoci Subang Hadirkan Kuliner Korea dengan Konsep AngkringanAnggaran Defisit, 10 Tahun Potensi Retribusi Pujasera Subang Lenyap
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Subang, Saeful Arifin mendapat laporan dari warga sekitar tempat tinggal Karma. Dinas Sosial berkordinasi dengan Kementerian Sosial RI untuk menindaklanjuti laporan tersebut. “Kita langsng respon, ada laporan dari warga,” katanya.
Menurut laporan warga, Saeful menjelaskan, Karma tinggal selama Tujuh tahun di bekas kandang kambing, yang berlokasi di Dusun Bojong Gayam RT 08/02 Desa Ranca Hilir Pamanukan Subang. Awalnya, yang bersangkutan memiliki rumah non permanen atau gubuk. Namun beberapa tahun yang lalu terseret banjir. “Jadi tinggalnya sekarang di bekas kandang kambing,” katanya.
Saat ini, Saeful menuturkan, tim dari Dinas Sosial dan Kementerian Sosial RI sudah mendatangi yang bersangkutan, untuk meninjau dan melakukan assessment. “Kita melakukan asesement terlebih dahulu, kebutuhannya apa saja, barulah nanti dikaji dan dipenuhi,” jelasnya.
Masyarakat di Kabupaten Subang, ada sebanyak 60.000 warga miskin, yang per tahunnya mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Jika masyarakat ada melihat atau mengetahui warga miskin, yang kasusnya insidental, maka laporkan ke kami,” kata Saeful.
Sementara itu, Karma (59) mengatakan, selama ini hanya berharap dari belas kasihan para tetanganya. Karma sudah tidak memiliki penghasilan tetap. “Dulu kerjaan saya ngangon atau mengurus kambing milik orang lain dan kandangnya yang sekarang saya tempati,” ungkapnya.(ygo/vry)
