Desa Cijambe Berusia 135 Tahun, Pemekaran dari Gunungtua Seperti Pembagian Waris 

Desa Cijambe Berusia 135 Tahun, Pemekaran dari Gunungtua Seperti Pembagian Waris 
0 Komentar

CIJAMBE-Masyarakat antusias merayakan milangkala Desa Cijambe ke-135, Senin 10 Oktober 2022. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Subang Agus Masykur, Kapolsek Cijambe Iptu Kuswan, para tokoh masyarakat setempat dan masyarakat.

Kepala Desa Cijambe Didin Saepudin berbicara soal Cijambe dari aspek kesejarahan. Menurut Didin, Desa Cijambe dahulunya adalah pemekaran dari Desa Gunungtua, dan yang menjadi kepala desanya adalah adik dari kepala Desa Gunungtua.

Menurut Didin pemekaran desa saat itu seperti pembagian waris. “Bisa dibuktikan dengan makam, ada makam Cijambe dan Desa Gunungtua itu bersatu,” kata Didin Saepudin

Baca Juga:Potensi Subang Selatan Semakin Bertumbuh, Tokoh Milenial Fauzi Awalludin Akan Nyaleg Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat Tingkatkan Potensi Olahan Serat Daun Nanas, Pertamina EP Subang Field Kembangkan Produk Green Textile

Didin pun mengatakan bahwa sebelum adanya Desa Cijambe, Desa Gunungtua lebih awal terlebih dahulu. “Pada tahun 1887, Kepala Desanya itu Suta Praja,” kata Didin

Didin mengatakan, zaman itu masih berada dalam pemerintahan Belanda.

Dalam pencarian hari jadi Desa Cijambe awalnya Didin kesulitan.

Sedangkan, untuk tahun sudah menemukan yang bermula dari tahun 1887 pada saat itu.

Sedangkan untuk tanggal hari jadi Milangkala Desa Cijambe, Didin pun mendapat informasi dari lurah Kholil yang saat itu sedang membuat jalan baru.

“Berdasarkan pini sepuh yang mengingat dari kakek-kakeknya, bahwa Desa Cijambe itu, bermula dari tanggal 10 bulan Oktober,” kata Didin Saepudin

Di usia Cijambe yang ke-135, sebagai Kepala Desa yang masih menjabat, Didin berharap adanya sebuah refleksi dan intropeksi.

Dengan adanya Milangkala ini supaya lebih banyak bersyukur dan adanya silaturahim antara pemerintah dan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi berharap agar Desa Cijambe menjadi lebih baik lagi.

Baca Juga:SMPN 1 Subang Implementasikan Kurikulum Merdeka, Siswa Belajar Ragam Tradisi Budaya SundaAkang dan Ambu dalam Perspektif Politik Purwakarta

“Masyarakatnya guyub, kerja sama, gotong royong, lantas bisa membangun lebih bagus lagi,” katanya.(yaya/ysp)

0 Komentar