Warm Booting adalah Proses Restart Komputer, Jangan Salah, Begini Tahapannya!

Warm Booting adalah Proses Restart Komputer, Jangan Salah, Begini Tahapannya! (ilustrasi-laptop-via-unsplash-Sincerely-Media-1)
Warm Booting adalah Proses Restart Komputer, Jangan Salah, Begini Tahapannya! (ilustrasi-laptop-via-unsplash-Sincerely-Media-1)
0 Komentar

Warm Booting adalah Proses Restart Komputer, Jangan Salah, Begini Tahapannya!

Warm booting adalah proses restart sistem komputer dengan cara mematikan sistem dan kemudian menghidupkannya kembali.

Cara ini biasanya dilakukan ketika sistem komputer mengalami masalah yang dapat diatasi dengan restart, atau ketika sistem komputer ingin diaktifkan kembali setelah dimatikan sementara.

Booting adalah proses yang dilakukan oleh sistem operasi komputer untuk memulai atau menjalankan sistem komputer.

Baca Juga:Master Kalender 2023 CDR, Download Gratis Lengkap PNG JPG EXCEL PDF AI, Full HD Klik Ini!Ngeri! Barang Berbahaya Ditemukan di Lapas Kelas IIB Purwakarta

Saat sistem komputer baru dihidupkan atau setelah sistem komputer dimatikan sementara, sistem operasi harus memuat semua driver dan program yang diperlukan serta memulai semua aplikasi yang diperlukan sebelum sistem komputer dapat digunakan.

Terdapat dua jenis booting yang umum digunakan, yaitu cold dan warm.

Warm booting yang merupakan proses restart sistem komputer dengan cara mematikan sistem dan kemudian menghidupkannya kembali tanpa menghidupkan sistem komputer benar-benar dimatikan.

Proses ini lebih cepat karena sistem komputer tidak perlu melakukan proses inisialisasi yang rumit.

Namun, tidak akan mengatasi masalah yang terjadi pada sistem komputer jika masalah tersebut disebabkan oleh kerusakan hardware atau sistem operasi.

Dibandingkan dengan cold booting, yaitu proses restart sistem komputer dengan cara mematikan sistem, kemudian menghidupkannya kembali setelah sistem komputer benar-benar dimatikan,

  1. Pengguna menekan tombol reset atau tombol restart pada komputer.
  2. Sistem operasi mengirimkan perintah shutdown kepada semua aplikasi yang sedang berjalan.
  3. Aplikasi-aplikasi yang sedang berjalan menyimpan semua data yang sedang diproses ke dalam memori atau hard drive.
  4. Sistem operasi mengosongkan memori dan menutup semua aplikasi yang sedang berjalan.
  5. Sistem operasi mengirimkan perintah kepada hardware komputer untuk mematikan daya.
  6. Hardware komputer mematikan daya.
  7. Pengguna menekan tombol power kembali untuk menghidupkan komputer.
  8. Hardware komputer menghidupkan daya dan memulai proses inisialisasi.
  9. Sistem operasi memuat semua driver dan program yang diperlukan.
  10. Sistem operasi memulai semua aplikasi yang diperlukan.
  11. Sistem operasi menampilkan layar login atau layar desktop.

Perlu diingat bahwa tahapan-tahapan tersebut di atas mungkin akan berbeda tergantung pada sistem operasi yang digunakan dan konfigurasi hardware komputer.

0 Komentar