Beli Gas Subsidi Wajib Tunjukkan KTP

Gas Subsidi
0 Komentar

Agar Tepat Sasaran

SUBANG-Masyarakat yang akan membeli gas subsidi 3 kg harus menunjukkan KTP. Kebijakan itu akan segera diberlakukan. Pemerintah RI tengah melakukan uji coba untuk pembelian gas subsidi dengan menggunakan KTP.

Nantinya pembelian gas hanya bisa dilakukan di sub penyalur (pangkalan), bukan di tingkat pengecer atau warung.

Dimana mekanisme tersebut dilakukan agar penyaluran gas 3 Kilogram bersubsidi tersebut tepat sasaran dan ada pendataan yang absah.

Baca Juga:P3A Cakra Wijaya Swakelola Padat Karya Jaringan IrigasiSyifest IX 2023 Digelar Offline

Sementara itu, pengecer gas melon Yaya Sudarya (52) mengatakan, kebijakan pemerintah tersebut akan mematikan usaha para pengecer.

“Jika nantinya masyarakat tidak mampu hanya bisa membeli ke pangkalan, lalu bagaimana dengan kami pelaku usaha warungan yang menjual gas melon juga?” jelasnya.

Ketua Hiswana DPC Subang Teddi Aditia Rachman menyampaikan, sebelumnya akan dilakukan pendataan terlebih dahulu siapa saja yang berhak mendapatkan gas subsidi pemerintah.

Dia mengatakan, data kependudukan itu akan dipadukan dengan data Pensasaran, Percepatan, Penghapusan dan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) untuk melakukan intervensi program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem yang ada di kementerian.

Dia mengatakan, mengenai kapan akan diberlakukan penerapan pembelian gas subsidi dan non subsidi tersebut, ia mengaku belum mengetahuinya. Hanya saja di bulan Juli 2023 akan ada pendataan KTP di pangkalan-pangkalan gas.

Teddi menyampaikan, Pertamina pun sudah memberlakukan penambahan pangkalan – pangkalan gas. Hal itu untuk mempermudah masyarakat mendapatkan layanan gas.

Berdasarkan data tahun 2021 terdapat 900 pangkalan gas. Kemudian di tahun 2022 menjadi 1000 pangkalan.

Baca Juga:Siswi SMP Darul Falah Terima Edukasi StuntingSMK Darul Ma’arif Pamanukan Miliki Segudang Siswa Prestasi

“Kuota di Subang per bulannya mencapai 1,4 juta tabung gas melon,” jelasnya.

Dia mengatakan, dengan rencana Pertamina berkaitan One Village One Outlet. Maka tiap tahunnya akan bertambah jumlah pangkalan.
Oleh karena itu dengan bertambahnya jumlah pangkalan diharapkan tidak ada kelangkaan gas. Masyarakat bisa mudah mendapatkan akses untuk ke pangkalan dan juga memudahkan pemotretan dalam program pemerintah kemiskinan ekstrem.

“Jika ditanya, apakah harga gas melon dipasaran bisa menjadi lebih murah dengan bertambahnya pangkalan? Itu sangat mungkin, karena akses masyarakat tidak mampu ke pangkalan jadi lebih dekat secara otomatis biaya yang dikeluarkan menjadi rendah,” jelasnya.(ygo/ysp)

0 Komentar