Menimbang Penggunaan ChatGPT dalam Pembelajaran

Menimbang Penggunaan ChatGPT dalam Pembelajaran
0 Komentar

Oleh: Dony Purnomo, S.Pd.

Guru Geografi SMAN 1 Purwantoro

Seiring dengan perkembangan tekologi yang kian pesat, penyedia aplikasi berlomba-lomba untuk menciptakan teknologi yang digandrungi oleh kalangan milenial. Salah satu teknologi yang berkembang pesat adalah teknologi artificial intellegence (AI) . Saat ini teknologi AI yang sedang menjadi perbincangan hangat di Indonesia adalah pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran. Saat ini ChatGPT seolah menjadi robot yang serba bisa dan serba tahu berbagai hal yang ingin di eksplorasi oleh penggunanya.

Kontoversi mengenai pemanfaatan ChatGPT mencuat setelah aplikasi ini viral diberbagai media sosial yang mengunggah berbagai kemudahan dan kelebihan aplikasi tersebut. Kontoversi muncul karena ada yang setuju dan tidak setuju. Bagi yang tidak setuju, pemanfaatan ChatGPT ini dikhawatirkan akan memberikan berbagai dampak negatif yaitu membuat peserta didik menjadi tergantung dengan aplikasi, berkurangnya kreativitas peserta didik, semakin individualisnya peserta didik, dan yang lebih ekstrim lagi peran guru akan tergantikan oleh aplikasi.

Bagi yang setuju menjadi dengan pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran, karena aplikasi tersebut memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, mempermudah dalam menyajikan konsep yang dibutuhkan peserta didik, dan memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam mengakses pembelajaran.

Baca Juga:Membangun Karakter Disiplin Siswa Didik melalui Apel Pagi di SekolahMONUMEN 45 (Momen Indah Meraih Kemenangan 45)

Kontroversi mengenai pemanfaatan ChatGPT merupakan hal yang wajar dari sebuah pemanfaatan aplikasi. Sebagai sebuah aplikasi sistem kecerdasan buatan yang memberikan kemudahan sebenarnya ChatGPT tidak memberikan ancaman dalam pembelajaran, melainkan dapat dijadikan sebagai penunjang dalam proses pembelajaran. Dalam pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran terdapat beberapa hal yang harus dipahami oleh guru;

Pertama, perlu adanya informasi rujukan pembanding. Saat ini aplikasi ChatGPT masih memiliki keterbatasn akses informasi sehingga tidak mampu mengakses data yang berada diluar basis datanya. Untuk mengantisipasi hal ini maka diperlukan informasi pembanding karena tidak semua informasi yang ditampilkan oleh aplikasi adalah informasi yang benar.

Kedua, tidak mengesampingkan interaksi. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang dapat memfasilitasi peserta didik untuk berinteraksi dalam proses memahami konsep. Sebaiknya aplikasi Chat GPT dapat dijadikan pelengkap dalam pembelajaran bukan sebagai pengganti interaksi antara peserta didik dan guru.

0 Komentar