Ambruk, Pemkab Siapkan Rp9 M Bangun Jembatan Ciherang

Jembatan Ciherang
KROSCEK: Tim dari DPUTR terjun langsung ke lapangan guna menganalisa penyebab ambruknya jembatan.
0 Komentar

PURWAKARTA– Jembatan Ciherang yang menghubungkan Kecamatan Campaka dan Kecamatan Bungursari, diloporkan ambruk, Selasa (7/3). Akibatnya, jalur desa yang menjadi akses masyarakat di dua kecamatan itu lumpuh total, karena sudah tak bisa dilalui, baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki.
Informasi yang diperoleh awak media, j

Jembatan Citamiang merupakan satu-satunya akses jalan yang sering digunakan oleh warga di dua kecamatan itu. Jembatan Ciherang lokasinya berada di Desa Cikumpay Kecamatan Campaka, berbatasan dengan Kampung Tegalmanyar-Jatimulya Cibungur Kecamatan Bungursari Kabupaten.

Saat dihubungi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Purwakarta, Ryan Oktavia membenarkan terkait ambruknya Jembatan Ciherangini. Pihaknya, telah menugaskan tim dari bidang terkait, untuk kroscek ke lapangan guna menganalisa penyebab ambruknya jembatan tersebut.

Baca Juga:Kasus Ibu Meninggal, Pemda Evaluasi Kinerja RSUD SubangNissa Farica Sudiar Juara Favorit Putra-Putri Batik Karawang

“Kami masih menunggu laporan dari tim yang sekarang masih di lapangan,” ujar Ryan.

Ryan menjelaskan, dari informasi yang ia terima Jembatan Ciherang ini dibangun dikisaran tahun 2001 lalu dan bukan dibangun oleh pemerintah. Namun, untuk memastikan kebenarannya, saat ini pihaknya sedang mencari informasi ke pejabat yang lama ataupun mencari data-data terkait jembatan tersebut.

Terkait penanganan untuk Jembatan Ciherang ini, lanjut dia, pihaknya akan segera merumuskan langkah-langkah cepat supaya mobilitas warga tidak terganggu. Namun, sebelumnya diperlukan penelitian guna mengukur karakteristik tanah di sekitar jembatan tersebut.

Sebenarnya, kata dia, tahun ini memang sudah direncanakan untuk membangun ulang jembatan tersebut.

“Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 9 miliar. Tapi kita kan belum tahu. Nanti kita harus berdasarkan pada hasil data perencanaannya. Dari situ, bisa terlihat berapa besaran anggaran yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah untuk membangun kembali jembatan permanen,” tambah dia.

Untuk sementara, kata dia, mungkin langkah-langkah yang akan diambil itu pertama lebih ke mengkaji terlebih dahulu karakter tanahnya. “Nanti, hasil analisa tim lapangan, mungkin akan kita jadikan bahan kajian. Supaya langkah-langkahnya tepat dan akses itu dapat kembali berfungsi,” pungkasnya.(mas/ery)

0 Komentar