Atasi Kebakaran, DPKP Kekurangan Unit Dan Personel, Juga Kesulitan Hidran

DPKP
0 Komentar

PURWAKARTA-Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Purwakarta terus berupaya memberikan pelayanan terbaiknya, khususnya bagi warga yang membutuhkan, walaupun dengan keterbatasan armada dan personel.

Kabupaten Purwakarta dengan luas wilayah 971,72 km persegi terdiri dari 17 Kecamatan, sembilan kelurahan dan 183 desa, tak menyurutkan semangat DPKP yang hanya memiliki lima unit kendaraan pancar beserta dengan water supply, untuk menunjukkan kinerja terbaiknya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana mengakui bahwa dengan kondisi keterbatasan armada dan personel, pihaknya harus bekerja keras untuk mengatasi sebuah peristiwa kebakaran. “Jujur saja, dengan jumlah kecamatan yang ada di Purwakarta hingga 17 ini, kami memang agak kesulitan dengan lima armada yang ada, serta personel yang terbatas. Sebenarnya ada tujuh armada pancar, namun dua rusak,” kata Juddy kepada wartawan, Kamis (3/8).

Baca Juga:Pemdes Margahayu Bangun Jalan Dongkrak Perekonomian WargaJalur Kota Subang Marak Penjual Bendera, Jelang HUT RI

Juddy mengatakan, untuk mengatasi hal tersebut, Damkar Purwakarta memiliki tiga pos wilayah agar seluruh kecamatan di Kabupaten Purwakarta bisa tertangani dengan baik. “Kami membagi tiga pos wilayah, ketiganya adalah Pos Plered yang mencakup wilayah Kecamatan Plered, Maniis, Tegalwaru, Sukatani dan Darangdan,” ujarnya.

Kemudian, sambungnya, pos wilayah Wanayasa meliputi Kecamatan Wanayasa, Bojong, Kiarapedes dan Pondoksalam. Selanjutnya yang terakhir pos wilayah Bungursari dengan area Kecamatan Bungursari, Campaka dan Cibatu. “Setiap pos itu memiliki satu unit armada. Namun, dengan jumlah tersebut, jujur kami mengalami sedikit kesulitan,” ucapnya mengungkapkan.

Selain keterbatasan armada, Juddy menambahkan, Damkar Purwakarta juga kesulitan untuk memperoleh ketersediaan air. “Dari 11 hidran yang ada, hanya satu yang dapat berfungsi. Kami pun untuk ketersediaan air harus mengandalkan bantuan dari pihak PDAM atau dari penampungan air yang ada di markas komando,” kata Juddy.

Tak hanya itu, personel saat ini untuk pos wilayah itu berjumlah 16 orang. Dengan kondisi tersebut, Juddy mengaku masih kurang dari ketentuan yang ada. “Jadi dari 16 orang itu, yang bersiaga itu hanya empat orang setiap harinya. Sedangkan yang ideal itu satu mobil damkar bisa mengangkut enam personel,” ujar Juddy.

Meski demikian, untuk respons time atau waktu tanggap, masih terbilang cukup untuk menjangkau wilayah yang mengalami peristiwa kebakaran. “Dari awal tahun hingga Juli 2023 kemarin, tercatat ada 63 peristiwa kebakaran. Dari puluhan peristiwa itu, respons time kami rata-rata di 15 menit dari laporan awal,” ucapnya.(add/sep)

0 Komentar