oleh

Menimbang Platform dalam Pembelajaran Daring

Oleh
1.Drs.Priyono,MSi(Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)
2.Siti Nur Aisah( Mahasiswi smt 3 F.Geografi UMS)

Proses kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka langsung antara mahasiswa dan dosen, kini harus beralih menjadi sistem pembelajaran jarak jauh atau yang biasa kita kenal dengan istilah “Pembelajaran Daring”.
Selama Pandemi Covid-19 hampir seluruh instansi pendidikan ditutup guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. Bahkan sampai detik ini masih banyak sekolah serta perguruan tinggi yang masih melaksanakan pembelajaran secara daring.
Beberapa sekolah yang terletak di zona hijau sudah diperbolehkan melaksanakan pembelajaran secara tatap muka langsung, akan tetapi tetap harus menerapkan protokol kesehatan yaitu peserta yang datang wajib memakai masker serta dalam kondisi kesehatan yang baik.
Terlepas dari perubahan proses belajar mengajar, sistem penerimaan mahasiswa baru(maru) yang ada di Universitas Muhammadiyah Surakarta pun juga beralih menjadi sistem online. Tidak tahu pasti sampai kapan sistem online tersebut dilaksanakan.
Bagi UMS, system yang diterapkan untuk menjaring maru tidak banyak berpengaruh karena factor kepercayaan dan nama perguruan tinggi, akan tetapi untuk prodi tertentu ternyata cukup berpengaruh karena sampai saat ini ada yang belum mencapai kuota.
Di Indonesia sendiri jumlah kasus positif virus corona terus mengalami peningkatan setiap harinya. Nampaknya hal tersebut masih terus berlanjut mengingat semakin penyebaran virus corona yang semakin luas. Kondisi tersebut memaksa pemerintah untuk terus sigap dan memiliki kesiapan akan kondisi terburuk termasuk di dunia pendidikan.
Solusi pertama yang dilakukan agar roda pendidikan tetap berjalan dengan lancar yaitu diubahnya sistem pendidikan jarak jauh menggunakan platform pembelajaran online seperti yang sudah berjalan kurang lebih selama 4 bulan terakhir. Namun, nampaknya perlu dilakukannya kajian ulang terkait dengan pelaksanaan pembelajaran daring, termasuk juga terkait dengan platform yang digunakan apakah sudah menunjang pembelajaran daring atau belum. Platform pembelajaran daring yang biasa digunakan diantaranya :
Zoom
Aplikasi Zoom menjadi salah satu aplikasi yang paling diminati untuk pembelajaran online. Tidak hanya itu saja aplikasi ini seringkali digunakan sebagai platform untuk rapat secara virtual ataupun sekedar ruang untuk silaturahmi dengan sanak saudara yang tidak dapat berkumpul secara langsung akibat pandemi virus corona.
Kelebihan dari aplikasi ini yaitu dapat digunakan baik dengan layanan aplikasi web ataupun sistem android dan ios. Dapat menampung peserta bahkan lebih dari 100 peserta, dapat berbagi file, foto, video secara langsung serta latar belakang virtual yang dapat diatur secara bebas oleh pengguna zoom. Sedangkan kelemahan dari aplikasi zoom ini sendiri yaitu adanya batas waktu yang dapat digunakan serta sempat beredar peretasan data pengguna zoom.
Beruntungnya hal tersebut tidak terjadi pada zoom premium atau yang berbayar sehingga tidak semua orang dapat bergabung di ruang zoom. Untuk kejernihan dan kualitas dari video dan audio zoom sendiri bergantung pada sinyal internet yang digunakan. Semakin kuat sinyal internet maka akan semakin jernih pula kualitas tampilan yang ada.
Google Meet
Serupa dengan aplikasi zoom, platform Google Meet juga menyuguhkan pengalaman pembelajaran secara jarak jauh secara online. Kelebihan dari aplikasi ini yaitu dapat digunakan baik dengan layanan aplikasi web ataupun sistem android dan ios. Dapat menampung peserta bahkan lebih dari 100 peserta, dapat berbagi file, foto, video secara langsung.
Perbedaannya dengan aplikasi zoom ialah disini kita tidak bisa merubah latar belakang seperti yang ada di platform zoom. Sedangkan kelemahan dari aplikasi google meet ini sendiri yaitu batas peserta sekitar 254 peserta. Tidak ada batas waktu seperti pada aplikasi zoom. Untuk kejernihan dan kualitas dari video dan audio google meet sendiri bergantung pada sinyal internet yang digunakan. Semakin kuat sinyal internet maka akan semakin jernih pula kualitas tampilan yang ada.
Schoology
Berbeda dengan kedua platform di atas, aplikasi schoology tidak dapat digunakan untuk bertatap muka secara online. Disini sebagai ruang untuk dosen berbagi materi perkuliahan, dan mahasiswa dapat mengaksesnya kapan pun bahkan mendownloadnya. Sedangkan di kedua platform di atas digunakan sebagai ruang dosen untuk menjelaskan materi. Platform ini unggul dalam managemen kelas.
Kelebihan aplikasi ini ialah kita dapat berdiskusi secara online saling berbalas komentar, mengunduh materi pembelajaran serta mengerjakan quis ataupun soal-soal ujian. Kelemahan aplikasi ini adalah adanya batasan ruang kelas jadi apabila sudah penuh kita tidak bisa menambahkan kelas baru lagi, kestabilan sinyal internet pun jaga diperlukan saat mengakases aplikasi schoology.
Google Class Room
Salah satu produk goolge yang turut serta mendukung perkuliahan online yaitu google class room. Modelnya hampir sama dengan schoology dimana tidak dapat digunakan untuk bertatap muka secara online. Disini sebagai ruang untuk dosen berbagi materi perkuliahan, dan mahasiswa dapat mengaksesnya kapan pun bahkan mendownloadnya.
Kelebihan aplikasi ini pun serupa dengan aplikasi schoology, kita dapat mengkases materi perkuliahan kapanpun dan dimanapun, berdiskusi secara online saling berbalas komentar, dosen juga dpat memberikan kuis ataupun soal-soal ujian melalui platform tersebut.
Open learning
Ini platform yang lebih komplit fiturnya tapi agak rumit meskipun berbayarnya lebih murah dibanding schoology. UMS merekomendasikan open learning meskipun semula platform schoology juga dibakukan tetapi karena masalah teknis, nampaknya lebih ke open learning.
Setiap platform pembelajaran daring pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semua dapat digunakan sesuai kebutuhan. Setiap perkuliahan daring yang sudah dilaksanakan tentulah harus terus dipantau dan dilakukan evaluasi agar proses transfer ilmu dapat dilakukan secara maksimal meskipun dilakukan secara jarak jauh. Yang lebih penting lagi adalah mengajar harus berbasis mendidik dan memberi pemahaman materi yang mudah diterima dengan berbagai media pembelajaran. Setiap penggunaan platform harus dievaluasi efektivitasnya agar proses pembelajaran dapat dinilai hasilnya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *