oleh

Hukum Berhubungan Suami Istri di Bulan Ramadhan

Hukum Berhubungan Suami Istri di Bulan Ramadhan

Hukum Berhubungan Suami Istri di Bulan Ramadhan
                          Hukum Berhubungan Suami Istri di Bulan Ramadhan

Hukum dan batasan berhubungan suami istri di bulan ramadhan atau pada saat bulan puasa, perlu diperinci lebih dalam agar tidak salah. Sebab Suami Istri yang terikat pernikahan, tentu saja akan lebih harmonis jika teratur melakukan hubungan suami istri. Lalu bagaimana pada saat bulan puasa? Apa Batasan hubungan suami istri di Bulan Ramadhan?

Hukum berhubungan suami istri di bulan ramadhan, tentu saja merujuk lagi pada keterangan-keterangan dari Riwayat terdahulu, tidak bisa sembarang dalam menentukan suatu kegiatan yang berhubungan dengan syari’at. Seperti halnya sepasang suami istri yang tentu saja ingin meraih pahala yang berlimpah pada saat bulan puasa, misalnya termasuk untuk meraih ibadah tersebut adalah berhubungan suami istri, sehingga perlu memperhatikan batasan dan hukum berhubungan suami istri di bulan ramadhan.

Bulan Puasa Penuh Berkah, Hindari Melakukan Hal Yang Dilarang Pada Bulan Ramadhan

Waktu Larangan Berhubungan Suami Istri

Pada bulan puasa, bulan penuh keberkahan, tentu saja setiap ibadah dan amal baik mendapat nilai ibadah berkali-kali lipat dibanding bulan-bulan lainnya. Tidak terkecuali Berhubungan suami isri di bulan ramadhan, asakan mengetahui batasannya saja.

Ketika melaksanakan Puasa di bulan ramadhan, tentu ada berbagai hal yang membatalkan puasa, dari yang ringan sampai berat, hal yang berat itu termasuk ke dalam jima’ atau berhubungan suami istri saat siang ramadhan. Dan melakukan hubungan suami istri di siang hari pada bulan puasa saat sudah memasuki waktu dimulainya puasa pada hari itu sampai dengan bedug maghrib berkumandang.

Berikut Penjelasan Hukum Berhubungan Suami Istri di Bulan Ramadhan:

Dari sebuah Hadit’s:

Seorang laki-laki mengakui sudah melakukan hubungan suami istri pada saat siang hari di bulan ramadhan.
Kemudian Nabi Muhammad S.A.W menjelaskan 3 sanksi untuk menjadi penebus (Kaffarah) tersebut, yaitu:

  1. 1. Pembebasan budak,
    2. Melakukan puasa 2 bulan (rutin tiap hari tanpa jeda hari),
    3. Memberi makan sebanyak 60 orang miskin.
    (H.R. Bukhari Muslim)

Penjelasan Sanksi dan Hukum Berhubungan Suami Istri Bulan Puasa:

Ketiga macam penebus (kaffarah) tersebut tidak begitu saja dipilih yang mana yang sesuai, akan tetapi berlaku secara berurutan.

Contoh Sanksi:
1. Pada masa sekarang, sebut saja akhir zaman, Tentu saja sanksi Nomor 1 yaitu Pembebasan budak sudah tidak berlaku lagi,
2. Oleh sebab itu, diurutkan ke nomor 2, yang mana wajib puasa 2 bulan berturut-turut.
Tetapi apabila adaudzur yang bisa dibenarkan secara syari’at, otomatis Kaffarah nomor 2 ini boleh tidak dilakukan,
3.Dan Kaffarah yang harus dilakukan adalah Memberi makan 60 fakir miskin,
Hitungan memberi makan tersebut: Masing-masing fakir miskir diberi makan sebanyak 1 mud (sekitar 6 ons) dari bahan makanan utama (pokok).

Tiga macam urutan penebus (Kaffarah) akan berlaku sebab hubungan seks suami istri (apalagi bukan suami istri) di siang hari itulah yang mengakibatkan puasa menjadi batal.

BACA JUGA: TATA CARA DAN NIAT PUASA SEBULAN PENUH DAN HARIAN

Hukum Bagi Orang yang Membatalkan Puasa Secara Sengaja

Apabila sebelumnya sudah membatalkan puas terlebih dahulu tanpa alasan yang pasti (bukan sebab berhubungan suami istri), Maka Hukum tiga macam urutan kaffarah tersebut tidak bisa dilaksanakan.

Sanksinya tentu berbeda bagi yang sengaja membatalkan puasa wajib tanpa adanya alasan atau udzur yang sesuai syariat. Hal itu justru menjadi dosa besar.

Seperti dalam Hadit’s Riwayat At-Turmudzi, bahwa Rasulullah bersabda yang artinya:

“Barang siapa meninggalkan/membatalkan sehari puasa Ramadhan tanpa alasan yang meringankan dan tidak pula karena sakit, maka puasa sepanjang masa tidak cukup sebagai gantinya”.

Kita kembali lagi menggali makna puasa: yaitu untuk belajar mengendalikan diri dari godaan nafsu duniawi. Wallahua’lam

(Re/Juni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *