oleh

Rendahnya Kesadaran Masyarakat, akan Pentingnya Kebersihan

Oleh Sujilah
Pegiat Literasi

Persoalan sampah memang tidak akan pernah ada habisnya, sayangnya tidak banyak orang yang peduli dengan pengelolaan sampah, bahkan masih banyak yang membuang sampah di sembarang tempat, seperti di pinggir jalan, lapangan, sungai dan selokan.

Fakta itu pulalah yg menginisiasi KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) untuk bersama-sama membersihkan tumpukan sampah di pinggir lapangan Cendol, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Sebanyak 800 karung lebih sampah berhasil dipungut dari lapangan Cendol Desa Cinunuk, Cileunyi. Gerakan pembersihan yang dilakukan oleh Rw 05 dan Rw 10 Cinunuk ini melibatkan ratusan masa yang peduli. Yang dipimpin oleh Kades Cinunuk, Babinsa, Bhanninkamtibmas BPD dan LPMD Cinunuk dan dibantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Bandung. Serta turut hadir juga perangkat desa, kader PKK, karang taruna dan masyarakat lainnya.

Dari 800 karung sampah yang berhasil dipungut tersebut, baru 300 yang bisa terangkut dan dibuang ke TPS Sarimukti. Dalam pembersihan sampah di lapangan Cendol dari pagi hingga siang berjalan dengan lancar dan tumpukan sampah yang asalnya menumpuk dan mengganggu pemandangan akhirnya bersih. (Cinunuk.desa.Id (21/3/2021)

Menurut Riki anggota DPRD Bandung, penanganan sampah tak cukup dengan upaya pembersihan. Penanganan sampah harus diawali dari individu, kelompok dan pejabat setempat semisal Rt dan Rw. Makanya di sinilah pentingnya edukasi terhadap masyarakat bagaimana cara yang baik dalam menangani sampah supaya tidak menumpuk lagi. Serta menyadarkan orang-orang yang kerap membuang sampah di situ, agar hatinya tergugah supaya tidak membuang sampah sembarangan. (Dikutip Galajabar.com, Minggu, 21/3/2021)

Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan masih rendah, bahwa kebersihan sebagian dari iman. Seandainya lingkungan bersih akan menciptakan rasa nyaman dan sehat bagi setiap individu yang tinggal di sekitarnya. Tidak sedikit orang yang mengabaikan kebersihan dalam lingkungan masyarakat. Buktinya saja dari fakta di atas banyaknya sampah menumpuk, yang diakibatkan kesadaran masyarakat yang kurang dalam membuang sampah, tidak pada tempatnya akan menimbulkan bencana yang lebih besar.

Seperti kita ketahui bencana banjir tidak hanya disebabkan hujan yang lebat tetapi karena orang-orang membuang sampah sembarangan di sungai, yang mengakibatkan tidak lancarnya aliran sungai, sehingga volume air meluap ke pemukiman warga, dan orang lain kena dampaknya.

Bila kita mengamalkan syariat Islam pastilah alam ini akan bersahabat dengan kita. Dengan menjaga lingkungan, supaya bersih dari tumpukan sampah dan bau yang tidak sedap. Maka untuk mengatasi persoalan sampah, yang paling penting adalah kesadaran masyarakat supaya membuang sampah pada tempatnya. Dengan kesadaran ini akan mempercepat tercipta suasana lingkungan yang bersih dan enak dipandang bagi warga sekitarnya. Poin yang sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat, adalah:

Pertama, jangan menganggap remeh masalah sampah, sebab dengan membuang sampah sembarangan akan merugikan diri sendiri atau orang lain, misalnya mengundang penyakit, pencemaran, dan kemudharatan lainnya.

Kedua, memahami jenis sampah, yaitu dengan memisahkan sampah organik atau non organik. Sampah organik yaitu sampah yang dapat diurai secara alamiah. Seperti sisa makanan, dedaunan atau disebut dengan sampah basah. Sedangkan sampah non organik yaitu sampah yang tidak mudah diurai dan membutuhkan penanganan lebih lama, seperti plastik, kaleng dan sebagainya atau disebut juga dengan sampah kering. Dengan adanya pemahaman terhadap jenis-jenis sampah maka bisa membantu bagaimana mengelola sampah.

Ketiga, menyadari bahwa manusia adalah penguasa bumi ini yang bertugas menjaga dan saling mengingatkan antar masyarakat tentang kewajiban menjaga lingkungan agar tetap bersih. Bukan mengotori atau merusak bumi dengan membuang sampah seenaknya.

Keempat, kokohkan keimanan sebagai landasan bertindak agar menjadi pelaku perbaikan, bukan pelaku kerusakan. Padahal dalam aturan agama Islam disebutkan dalam Al-Qur’an :

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (TQS. Ar-Ruum : 41)

Islam adalah agama sempurna yang mengurusi seluruh aspek kehidupan baik ritual (ibadah) maupun sosial (muamalah), dan bersifat universal yang bermakna dapat diterapkan pada setiap waktu dan tempat sampai hari kiamat.

Islam mempunyai aturan mengenai kebersihan, yang mengajarkan bahwa umat Islam harus mencintai alam, dan agar umat tidak membuang sampah sembarangan seperti dalam hadits:

“jauhilah tiga perilaku terlaknat, buang kotoran di sumber air, di pinggir jalan, dan di bawah naungan pohon.” (HR. Abu Daud, Ahmad, dan Ibnu Majah)

Oleh karena itu, kebersihan itu sangat penting sekali dalam kehidupan atau dalam lingkungan masyarakat. Sehingga betapa pentingnya maka kita sebagai umatnya, kita harus bisa menjadi cerminan bagaimana seorang muslim itu menjaga kebersihan diri dan lingkungannya, di keluarga dan masyarakat pada umumnya, supaya tercipta lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman. Serta kita mampu mengaplikasikan apa-apa yang diperintahkan agama yang menginginkan umatnya terikat pada syariat, peduli sesama dan kebersihan. Semua ini hanya bisa sempurna diterapkan dalam sistem Islam yang sesuai dengan metode kenabian yaitu Daulah Khilafah Islamiyah.

Wallahu a’lam bi ash shawab.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.