oleh

Identitas Mayat Anak Perempuan di Jalan Cagak Belum Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

SUBANG-Sampai sekarang belum diketahui identitas mayat anak perempuan masih belia yang dibuang di Jalan Raya Subang-Bandung, Jalancagak. Sudah hampir tiga bulan identitas anak itu belum diketahui.

Sebelumnya seorang pedagang Nanas, di jongko sepanjang jalur Jalancagak-Bandung, Tati menceritakan, ada seorang pria yang tidak dikenal menyimpan karung di pinggir Jalan Raya Subang-Bandung, Jalancagak pada Minggu pagi (17/1).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Subang AKP M. Wafdan mengatakan, terus berupaya menemukan pelaku dalam kasus yang sempat membuat heboh warga dan pengendara di Jalur Jalan Cagak tersebut. Pihaknya terus melakukan pengumpulan keterangan.

“Terus kita upayakan melakukan pencarian,” katanya kepada Pasundan Ekspres, Rabu (7/4).

Dia menjelaskan, pihak kepolisian terus melakukan himbauan kepada masyarakat yang merasa kehilangan anak perempuan berusia sekitar 7 tahun agar segera melapor ke Polres Subang.

“Silahkan laporkan. ini juga membantu kita dalam penyelidikan,” ujarnya.

Kendala yang dihadapi pihak kepolisian untuk memburu pelaku yaitu karena belum terungkapnya identitas anak perempuan tersebut. Sehingga kepolisian sangat mengharapkan kerjasama dari masyarakat agar melaporkan jiga kehilangan anak dengan usia 7 tahun.

Sebelumnya Kapolsek Jalancagak, Kompol Supratman mengatakan, hasil visum sementara, bocah perempuan yang diperkirakan berusia 5 tahun atau di bawah 7 tahun itu diduga menjadi korban kekerasan seksual.

Kompol Supratman menambahkan, sebelum dibungkus karung, korban dibungkus oleh dus mie instan dan beberapa lapis lainnya mulai dari plastik hingga kain. Saat ditemukan, korban hanya menggunakan baju dan tidak menggunakan celana.

“Jadi sebelum dibungkus oleh karung dan kardus, korban dibungkus terlebih dahulu oleh plastik dan kain, saat ditemukan korban hanya menggunakan kaos,” tambah Kapolsek Jalancagak waktu itu.

Kasus pembuangan bayi ini ternyata bukan kerap terjadi. Beberapa waktu lalu pembuangan bayi ditemukan di gerobak mie ayam Ciater Highland Resort, jongko nanas Ciater, area Pesawahan Pagaden Barat dan lainnya.

Kasus pembuangan bayi ini membuat prihatin banyak pihak. Salah satunya Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Dra. Nunung Suryani.

“Sangat miris ngedengernya, semoga pelaku cepat terungkap dan dihukum seberat beratnya,” ujarnya.

Dia mengatakan, anak kecil harusnya dilindungi, bukan diperlakukan seenaknya bahkan hingga meninggal dunia.

Nunung menghimbau kepada seluruh keluarga yang memiliki anak apalagi masih balita untuk bisa menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan nyaman. Juga mampu melindungi dan mengawasi anak-anak dengan sebaik mungkin.(ygo/idr/ysp)

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *