oleh

Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Maal, Jangan Lupa Mengeluarkan Zakat Fitrah Jelang Idul Fitri

Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Maal, Jangan Lupa Membayar Zakat Fitrah Jelang Idul Fitri

Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Maal, Jangan Lupa Membayar Zakat Fitrah Jelang Idul Fitri
                                Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Maal

Perbedaan zakat fitrah dan zakat maal salah satunya adalah terletak pada waktu yang ditentukan untuk membayar zakat, serta jumlah yang harus dibayarkan adalah termasuk ke dalam perbedaan zakat fitrah dan zakat maal.

Perbedaan zakat fitrah dan zakat maal juga adalah bahwa zakat fitrah adalah zakat untuk badan dan zakat mal ialah zakat untuk harta. Kita juga perlu mengetahui cara menghitung zakat fitrah dan cara menghitung zakat mal agar tidak salah lagi dan lebih mengetahui tentang perbedaan zakat fitrah dan zakat maal.

Dari kedua zakat tersebut di atas, meski terdapat perbedaan zakat fitrah dan zakat maal, namun keduanya sebisa mungkin harus disegerakan. Perhitungannya sesuai waktu telah ditentukan untuk masing-masing zakat fitrah dan zakat maal tersebut.

 

BACA JUGA: NIAT MEMBAYAR ZAKAT FITRAH UNTUK DIRI SENDIRI DAN KELUARGA LENGKAP ARTINYA

Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal serta Cara Menghitung Zakat yang Benar!!!

PENGERTIAN ZAKAT FITRAH, HUKUM ZAKAT FITRAH, SYARAT ZAKAT FITRAH dan KETENTUANNYA:

Zakat fitrah merupakan zakat badan, yang diwajibkan untuk setiap umat muslimin muslimat, dari belum baligh, kaya atau tidak, dengan ketentuan seseorang yang wajib membayar zakat fitrah bahwa dia masih hidup pada malam hari idul fitri serta memiliki kelebihan untuk kebutuhan pokoknya selama sehari.

Zakat fitrah juga berfungsi untuk menyantuni orang-orang yang tidak mampu, dan juga pertanda menjelang berakhirnya bulan puasa ramadhan yang bertujuan membersihkan ‘badan’ dari berbagai hal yang mencemari puasa di bulan ramadhan.

Pada bulan kedua Hijriyah telah disyariatkan kewajiban membayar zakat bersamaan disyariatkan juga kewajiban puasa.

Kapan Waktu Zakat Fitrah?

Waktu Zakat fitrah ditunaikan maksimal dan selambat-lambatnya menjelang shalat idul fitri (sebelum waktu shalat idul fitri)

Hadist Nabi Muhammad S.A.W tentang Zakat Fitrah:

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعاً مِنْ تَمَرٍ، أوْصَاعاً مِنْ شَعِيْرٍ، عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأمَرَ بِهَا أنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوْجِ الناَّسِ إلى الصَّلَاةِ

Artinya: “Rasulullah S.A.W telah mewajibkan zakat Fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas oaring muslim baik budak dan orang biasa, laki-laki dan wamita, anak-anak dan orang dewasa, beliau memberitahukan membayar zakat Fitrah sebelum berangkat (ke masjid) ‘Idul Fitri”. (H.R Bukhari dan Muslim)

Berapa Besaran Zakat Fitrah?

Para Ulama menyepkati untuk pembayaran zakat fitrah adalah dengan 1 (satu) Sha’

Seperti yang terdapat dalam Hadit’s Riwayat Ibnu Umar:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَ: فَرَضَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أوْ صَاعًا مِن شَعِيْرٍ، عَلَى العَبْدِ والحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوْجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ

Artinya: Dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu ala’ihi wasallam telah mewajibkan zakat fitrah sebesar satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas hamba sahaya, orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak kecil atau dewasa, dari orang-orang Islam, dan beliau menyuruh menunaikannya sebelum orang-orang keluar untuk shalat hari raya. (H.R. Bukhari, nomor 1432)

Perbedaan Pendapat Para Ulama

Para ulama berbeda pendapat tentang perhitungan ‘ 1 (Satu) Sha‘ ”

1.Pendapat Imam Abu Hanifah dan para pengikutnya,

Menyatakan: 1 (satu) sha’ ialah h delapan rithl Irak=3,8 kilogram.

Alasannya adalah: Umar radliyallahu anhu meng-konversi 1 (satu) sha’ dengan 8 rithl.

Berpedoman juga pada Hadit’s Riwayat Jabir:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ رِطْلَيْنِ وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ ثَمَانِيَةَ أَرْطَالٍ

Artinya “Nabi shallallahu ala’ihi wasallam berwudhu dengan satu mud (air), yaitu dua rithl, dan mandi dengan satu sha’, yaitu delapan rithl. (HR. Ibnu Addy dalam kitab Al-Kamil juz 5 halaman 1673)

2, Pendapat Imam Malik, Imam Syafi’ie, dan Imam Ahmad bin Hanbal

Bahwa 1 (satu) sha’ setara dengan 5 1/3 rithl Irak=2176 gram = 2,2 kilogram.

Ukuran sha’ penduduk Madinah.

Mayoritas penduduk/masyarakat Madinah mendapat ukuran tersebut dari para leluhur yang berinteraksi langsung dengan Nabi Muhammad S.A.W

Dalam kitab Nailur Autar Juz 4 (184), Imam As Syaukani menyebutkan:

عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ سُلَيْمَانَ الرَّازِيْ أَنَّهُ قَالَ: قُلْتُ لِمَالِكِ بْنِ أَنَسَ: أَبَا عَبْدَ اللهِ كَمْ قَدْرُ صَاعِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ قَالَ: خَمْسَةُ أَرْطَالٍ وَثُلُثٌ بِالْعِرَاقِيِّ

Artinya: “Dari Ishaq bin Sulaiman Al-Razi, ia berkata: Saya bertanya kepada imam Malik bin Anas: Hai bapak dari Abdullah, berapakah kadar sha’-nya Nabi shallallahu ala’ihi wasallam? Beliau menjawab: Lima sepertiga rithl Irak”. (Lihat: Muhammad Abdul Fattah al-Banhawi, Zakat al-Fithri wa Atsaruha al-Ijtimaiyyah, halaman 34-35)

Sha’ adalah ukuran takaran, bukan ukuran timbangan.

Sehingga tentu saja ukuran tersebut agak sulit jika dikonversi pada ukuran berat, (nilai berat 1 (satu) sha’ berbeda), tergantung pada jenis benda yang ditakar. Misalkan 1 sha beras tidak akan sama takarannya dengan 1 sha tepung.

Oleh sebab itu, agar lebih berhati-hati, maka para ulama memberi saran agar mengeluarkan zakat fitrah sejumlah minimal 2,5 Kilogram dan baiknya minimal 3 kilogram.

Imbauan dari MUI Jatim yang sudah dari beberapa tahun yang lalu, bahwa zakat mal adalah sebaiknya 3 Kg, sebab:

Pada zaman Nabi Muhammad S.A.W, besaran zakat ditentukan dengan 1 (satu) sha’ atau 4 (empat) mud (satuan ukuran).

Namun pada zaman sekarang, hitungan mud menjadi kilogram (kg), hingga terdapat perbedaan ukuran 1 (satu) mud menjadi ons.
Ada ulama yang menyatakan satu mud adalah 6 ons, sehingga dikali empat menjadi 2,4 kg. Ada juga yang menyatakan satu mud 6,5 ons, bila dikalikan empat menjadi 2,6 kg. Dan ada juga yang menyatakan satu mud 7 ons bila dikalikan empat menjadi 2,8 kg,” (Paparan Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH Abdurahman Nafis ketika ditemui di kantor PWNU Jatim, 2010, dari Nu online).

8 (Delapan) golongan berhak menerima zakat (mustahiq) (zakat fitrah atau zakat harta), sesuai dengan firman Allah SWT :

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya : “ Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”(QS. At-taubah : 60)

ZAKAT MAAL

Selain zakat fitrah yang dibayarkan setiap tahun sebelum malam Idul Fitri, Islam juga mengenal zakat maal. Adapun pengertian zakat maal adalah jenis zakat yang dikeluarkan individu maupun lembaga atas harta/penghasilan yang diperolehnya dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan.

Syarat dan Ketentuan Zakat Maal

Istilah zakat maal diambil dari kata berbahasa Arab “maal” yang artinya harta. Sebagian ulama berpendapat bahwa zakat mal wajib dikeluarkan oleh mereka yang hartanya sudah memenuhi nisab selama 1 tahun. Nah, merujuk hal tersebut, sesuatu bisa dikategorikan sebagai harta (maal) jika memenuhi syarat sebagai berikut:

Zakat Maal – Milik penuh
Artinya harta yang akan dizakatkan harus merupakan milik individu atau lembaga yang akan mengeluarkan zakat.

Zakat Maal – Berkembang
Bila digunakan untuk kepentingan usaha, harta tersebut memiliki potensi untuk bertambah dan berkembang jumlahnya.

Zakat Maal – Mencapai Nisab
Nisab artinya ukuran atau jumlah minimal harta sehingga wajib dizakatkan. Tidak ada ketentuan wajib berzakat atas harta yang belum memenuhi nisab.

Zakat Maal – Melebihi Kebutuhan Pokok
Orang yang mengeluarkan zakat maal hendaknya memastikan bahwa kebutuhan pokok diri dan keluarganya sudah betul-betul tercukupi.

Zakat Maal – Bebas Hutang
Seseorang yang memiliki utang dan jika dikonversikan ke harta mengakibatkan tidak terpenuhinya nisab, maka dirinya bebas dari kewajiban membayar zakat maal.

Zakat Maal – Berlalu 1 (satu) Tahun
Harta yang wajib dizakatkan adalah harta yang masa kepemilikannya sudah mencapai minimal 1 tahun (haul). Ini berlaku untuk hewan ternak, perhiasan, harta simpanan, dan hasil perniagaan.

Adapun hasil pertanian, buah-buahan, dan rikaz (barang temuan) tidak memiliki syarat haul seperti di atas.

Jenis-jenis Zakat Maal

Zakat maal bisa sangat beragam tergantung jenis dan macam objek yang dizakatkan, yakni:

Hewan ternak, meliputi segala jenis dan ukuran: ayam, domba, kerbau, kambing, sapi

Emas dan perak, meliputi segala perhiasan/harta yang terbuat dari emas dan perak dalam bentuk apa pun

Hasil pertanian, yaitu jenis tumbuhan yang bernilai ekonomis, seperti biji-bijian, padi, umbi-umbian, sayuran, buah-buahan, tanaman hias, rumput-rumputan, dll.

Hasil tambang (makdin), yaitu meliputi hasil alam yang didapat dari perut bumi, misalnya minyak, batubara, logam mulia, mutiara, dsb.

Harta perniagaan, termasuk dalam harta yang diperuntukkan dalam kegiatan jual beli, seperti makanan, pakaian, perhiasan, peralatan, dll.

Barang temuan (rikaz), umum juga disebut dengan harta karun. Meliputi harta temuan yang tidak diketahui siapa pemiliknya.

Zakat profesi. Yakni zakat yang dikeluarkan dari penghasilan (profesi) yang telah mencapai nisab.

Cara Menghitung Zakat Maal

Ada syarat dan ketentuan khusus mengenai cara menghitung zakat maal, yaitu:

Zakat maal = 2,5% x Total jumlah harta yang disimpan selama setahun
Sebagai contoh, Pak Andi mempunyai tabungan senilai Rp150 juta, deposito bank sebanyak Rp200 juta, rumah kost senilai Rp300 juta, dan simpanan emas seharga Rp350 juta. Total harta yang dimiliki beliau adalah Rp1 miliar.

Harga emas di pasaran adalah Rp600.000, maka batas nisab zakat mal Pak Andi adalah Rp51 juta. Karena jumlah hartanya lebih besar dari syarat nisab, beliau wajib membayar zakat maal sebesar Rp1 Miliar x 2,5% = Rp25 juta/tahun.

Catatan: khusus untuk zakat emas, perak, dan hasil perniagaan, nilai nisabnya sama dengan 85 gram emas murni. (Source reference zakat fitrah: Nu, source reference zakat maal: Yasmin Peduli)

Setelah mengetahui perbedaan zakat fitrah dan zakat maal, semoga kita semua selalu dalam rezeki yang berlimpah terlebih lagi di Bulan ramadhan yang penuh berkah ini, hingga kita bisa melaksanakan juga zakat fitrah dan zakat maal sesuai kadar kemampuan kita dan sesuai aturan syariat yang sudah ditetapkan. Wallahua’lam. (Re/Juni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *