oleh

Larangan Mudik 2021 Mulai Tanggal Berapa? Simak Aturan Penyekatan Mudik 2021 yang Resmi Dirilis dan Wajib Tes Antigen!!!

Larangan Mudik 2021 Mulai Tanggal Berapa? Simak Aturan Penyekatan Mudik 2021 yang Resmi Dirilis dan Wajib Tes Antigen!!!

Larangan Mudik 2021 Mulai Tanggal Berapa? Simak Aturan Ketat Perjalanan Mudik yang Resmi Dirilis dan Wajib Tes Antigen!!!
Larangan Mudik 2021 Mulai Tanggal Berapa? Simak Aturan Ketat Perjalanan Mudik yang Resmi Dirilis dan Wajib Tes Antigen!!!

Larangan mudik 2021 mulai tanggal berapa? Hal ini menjadi pro kontra di berbagai masyarakat dan berbagai kalangan tentunya. Terang saja demikian, pada tahun 2020 mudik sudah ditiadakan, dan disusul di tahun 2021 yang ternyata mudik masih tetap dilarang, walau masih banyak yang bertanya larangan mudik 2021 tanggal berapa.

Larangan mudik 2021 secara menyeluruh dilaksanakan demi mencegah penyebaran virus yang sejak tahun lalu merebak luas di Indonesia dan Negara lainnya.  Dari mulai angkutan darat, angkutan laut serta angkutan udara terkena imbas dari aturan larangan mudik 2021.

Larangan mudik 2021 ini sempat menjadi desas desus yang belum jelas, hingga banyak bertanya waktu mulai larangan mudik 2021 mulai tanggal berapa? Pada awalnya tanggal 06 s/d 17 Mei 2021, lalu berubah dengan remsi, lalu larangan mudik 2021 mulai tanggal berapa?

Berikut ini Detail Spesifik Aturan Larangan Mudik 2021, Sanksi Mudik 2021 dan Keputusan Larangan Mudik 2021

Pengetatan Mobilitas PPDN (Pelaku Perjalanan Dalam Negeri) tertuang dalam Addendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah, Rabu (21/4/2021).

Untuk masyarakat sebagai Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei-24 Mei 2021). Dan sebelumnya juga telah berbunyi Surat Edaran Satgas Nomor 13 Tahun 2021, tentang Larangan Mudik Lebaran 2021 berlaku pada 06-17 Mei 2021.

Addendum Surat Edaran Satgas Covid 19 – Berlaku efektif mulai 22 April-5 Mei 2021, dan 18 Mei-24 Mei 2021.

 

Perjalanan transportasi udara

  • Pelaku perjalanan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau:

            Surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Bandar Udara sebelum keberangkatan                        sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia

Perjalanan transportasi laut.

  • Pelaku perjalanan transportasi laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Pelabuhan sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.
  • Pelaku perjalanan penyeberangan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.
  • Khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi laut untuk pelayaran terbatas dalam wilayah satu kecamatan/kabupaten/provinsi, atau dengan transportasi darat baik pribadi maupun umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan namun akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah.  

Perjalanan kereta api

  • Pelaku perjalanan kereta api antarkota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Stasiun Kereta Api sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan

Perjalanan transportasi darat

  • Pelaku perjalanan transportasi umum darat akan dilakukan tes acak rapid test antigen/tes GeNose C19 apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah.
  • Pelaku perjalanan transportasi darat pribadi, diimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan, atau tes GeNose C19 di rest area sebagai persyaratn melanjutkan perjalanan dan akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah.  

Pengisian e-HAC – (Electronic Health Alert Card)

Adapun pengisian e-HAC Indonesia diimbau bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi darat umum maupun pribadi, kecuali bagi pelaku perjalanan udara dan laut wajib melakukan pengisian e-HAC Indonesia.

E-Hac merupakan kartu kewaspadaan kesehatan yang dibuat secara elektronik. Aplikasi yang mendukung kemudahan akses pelayanan untuk calon penumpang, sebagai bentuk kontrol penyebaran COVID-19 di Indonesia ini tentunya.

Cara Pengisian Data e-HAC

  1. Https://inahac.kemkes.go.id/ atau:
  2. Download aplikasi EHAC Indonesia di Google Store / Apple Store.

Sementara, anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak diwajibkan untuk melakukan tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.

Apabila hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 pelaku perjalanan negatif, namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR danisolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

Orang yang Dikecualikan Larangan Mudik

Sementara itu, pemerintah juga mengatur mereka yang dikecualikan dalam aturan Peniadaan Mudik.

Diketahui, perjalanan yang diperbolehkan yakni kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik, antara lain:

  • Bekerja/perjalanan dinas
  • Kunjungan keluarga sakit
  • Kunjungan duka anggota keluarga meninggal
  • Ibu hamil yang didamping oleh 1 orang anggota keluarga
  • Kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang
  • Kepentingan nonmudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah setempat.

 

Setelah mengetahui tenang Addendum Surat Edaran resmi Satgas covid tersebut di atas? Bagaimana menurut Kamu? Pilih mudik atau Menikmati Lebaran di wilayah sekarang berada? Semua kembali kepada pribadi masing-masing, kesadaran masing-masing akan kesehatan. Pemerintah hanya berusaha dan berikhtiar menekan penyebaran virus yang masih ada sampai sekarang. Semoga kita sehat selalu.  (Re/JUNI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *