oleh

Kapan Malam Lailatul Qadar 2021? Ini Keistimewaan dan Amalan Dahsyatnya

Kapan Malam Lailatul Qadar 2021?, Ini Keistimewaan dan Amalan Dahsyat Malam 17 Ramadhan yang Bertepatan Dengan Sejarah Turunnya Al-Qur’an

Kapan malam lailatul qadar 2021? tentu saja pertanyaan ini muncul di benak kita, sebab tak terasa bulan puasa 2021 ini sudah menjelang pertengahan bulan, yang mana artinya sebentar lagi menemui malam-malam ganjil akhir ramadhan.

Malam lailatul qadar merupakan malam yang penuh berkah di bulan ramadhan yang juga penuh dengan berkah, dan rahmat serta ampunan. Tetapi, Kapan malam lailatur qadar 2021?

Datangnya malam penuh makna dan penuh rahmat yaitu Malam lailatur qadar 2021 sangat dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia, tetapi, kapan malam lailatul qadar 2021? apakah bertepatan dengan 17 ramadhan yang mana malam diturunkannya alqur’an.

Kapan Malam Lailatur Qadar 2021? Berikut Penjelasan Waktu Lailatul Qadar, Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar, Amalam Malam Lailatul Qadar

 

Keutamaan Malam Lailatul Qadar Dan Malam 17 Ramadhan

 

 Dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadr ayat 1-5, sebagai berikut:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya [Alqur’an] pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu [penuh] kesejahteraan sampai terbit fajar,” (QS. Al-Qadr [97]: 1-5).

Antara Malam Lailatur Qadar dengan Nuzulul Qur’an

Pemahaman tentang Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar, bahkan saling tertimpa antar keduanya,

Nuzulul Qur’an

Istilah Nuzulul qur’an diperingati malam 17 Ramadhan adalah malam pertama kali Kitab Suci Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah S.A.W, di Gua Hira melalui malaikat Jibril.

Kala itu pertama kali bagi Malaikat Jibril membawa surat: iqra’ wa rabbukal akram. Lalu setelah itu, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur.

Lailatul Qadar dan Malam Nuzulul Qur’an

Lailatul qadar merupakan istilah yang digunakan untuk memperingati waktu malam di mana pada malam itu Al-Qur’an diturunkan langsung dari ALLAH S.W.T secara keseluruhan baitul izzah (seperti ruang ilahiyah) lalu kemudian dibawa Malaikat Jibril dengan berangsur-angsur kepada Baginda Rasulullah S.A.W.

Oleh sebab itulah Lailatul Qadar hanya Allah S.W.T Yang Maha Mengetahui Waktunya, malam yang sangat mulia dan penuh berkah.

Firman Allah dalam surat Ad-Dukhan, Ayat 3:

إن أنزلناه فى ليلة مباركة

Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi Malam yang berkah itu tentunya berbeda dengan malam-malam lain”.

 

Lailatul Qadar – Malam Penentuan Takdir Manusia (Rizki, Jodoh, Maut, dan Semua)

 

Allah telah meng-istimewakan nilai malam 17 Ramadhan dengan malam seribu bulan

Sebab, malam itu Malaikat turun ke bumi mengatur segala urusan, Sesuai dengan perintah-Nya.

Mereka (para malaikat) akan menetapkan berbagai macam takdir umat manusia, mulai dari takdir rizki, takdir maut, takdir jodoh dan semua takdir.

Bersimpuh Sujud di Malam-Malam Penentuan Takdir – Lailatul Qadar – Berharap Takdir Baik

Oleh Sebab itulah dinamakan Lailatul Qadar – malam penentuan taqdir manusia.

Maka, tentu saja kita sebagai manusia biasa menginginkan taqdir yang baik, dan sudah sewajarnya kita bersimpuh sujud pada malam itu, sebab hal ini berhubungan dengan nasib kita sebagai hamba Allah.

Allah Berfirman secara khusus dan memberi keterangan dalam satu surat penuh dalam Al-Qur’an,

Yaitu Surat al-Qadar:

إِنَّا أَنْزَلْناهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ * لَيْلَة الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْر * تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيَها بِإِذْنِ رَبّـِهم مِّن كُلِّ أَمْر * سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan *Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? * Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan* Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhan-Nya untuk mengatur segala urusan* Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar

 

Malam Lailatul Qadar Jatuh Pada Tanggal

 

2 (Dua) kitab – I’anatut Thalibin Juz 2 dan kitab Hasyiah al-Bajury memberi tahu cara menghitung kapan Lailatul Qadar turun ke Bumi kita tercinta ini.

1). Kitab I’anatut Thalibin juz 2 – Karangan Imam Al-Ghazali

Menurut keterangan Kitab I’anatut Thalibin, malam Lailatul Qadar tahun ini perkiraan malam ke-27 Ramadhan 1442 H atau pada Hari Minggu/Ahad, 09 Mei 2021, (Ini menurut Kitab tersebut, dan bukan merupakan suatu kepastian, Hanya Allah Yang Maha Mengetahui)

Kitab I’anatut Thalibin juz 2 memberi petunjuk apabila awal puasa jatuh hari Selasa / Jum’at, maka kemungkinan besar malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27 Ramadhan.

“Semenjak Saya menginjak usia dewasa Lailatul Qadar tidak pernah meleset dari jadwal atau kaidah tersebut,” ujar Syekh Abul Hasan As-Syadzili memperkuat hitungan tersebut. Kaidah terseut juga sesuai dengan keterangan yang ada dalam kitab Hasyiah al-Jamal, hal. 480.

Kaidah tersebut juga terdapat pada kitab-kitab para ulama, termasuk dalam kitab-kitab Fiqih Mazhab Syafi‘ie (Fiqh Syafi’iyyah). Hal ini sudah teruji dari kebiasaan para ulama yang sudah pernah menemukan malam Lailatul Qadar.

Rincian Menghitung Malam Lailatul Qadar


Menurut Imam Al-Ghazali dalam I’anatut Thalibin, sebagaimana dilansir laman resmi Nahdlatul Ulama, Cara mengetahui Lailatul Qadar, dapat dilihat dari hari pertama masuk bulan Ramadhan:

قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء فهي ليلة تسع وعشرين أو يوم الاثنين فهي ليلة إحدى وعشرين أو يوم الثلاثاء أو الجمعة فهي ليلة سبع وعشرين أو الخميس فهي ليلة خمس وعشرين أو يوم السبت فهي ليلة ثلاث وعشرين قال الشيخ أبو الحسن ومنذ بلغت سن الرجال ما فاتتني ليلة القدر بهذه القاعدة المذكورة.

1. Jika awalnya jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29
2. Jika awalnya jatuh pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21
3. Jika awalnya jatuh pada hari Selasa atau Jum’at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27
4. Jika awalnya jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25
5. Jika awalnya jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23

2). Kitab Hasyiah al-Bajury
Berbeda dari keterangan dalam I’anatut Thalibin, kitab Hasyiah al-Bajury dalam juz pertama halaman 304, mencantumkan kaidah yang lain.

Lailatul Qadar pada tahun 2021, sesuai rincian perhitungan Lailatul Qadar dalam kitab Hasyiah al-Bajury, diperkirakan pada hari ke-25, atau hari Jumat, 07 Mei 2021.

Kitab Hasyiah al-Bajury dalam juz pertama halaman 304, mencantumkan kaidah lain:

وإناجميعا إن نصم يوم جمعة # ففى تاسع العشرين خذ ليلة القدر وإن كان يوم السبت أول صومنا#فحادي وعشرين إعتمده بلاعذر وإن هلّ يوم الصوم فى أحد # ففى سابع العشرين مارمت فاستقر وإن هلّ بالإثنين فاعلم بأنّه # يوافيك نيل الوصل فى تاسع العشرى ويوم الثلاثاإن بدا الشهرفاعتمد # على خامس العشرين تحظ بها القدر وفى الأربعاء إن هلّ يامن يرومها # فدونك فاطلب وصلها سابع العشي ويوم الخميس إن بدا الشهر فاجتهد # توافيك بعد العشر فى ليلة الوتر

(Jika awal puasanya Jumat maka pada malam ke-29; jika Sabtu maka pada malam ke-21; jika Ahad maka pada malam ke-27; jika pada Senin maka pada malam ke-29; jika Selasa maka pada malam ke-25; jika Rabu maka pada malam ke-27; jika Kamis maka pada sepuluh akhir malam-malam ganjil).

Kesimpulan Kedua Kitab

Menelaah rincian dari kedua kitab tersebut di atas, malam Lailatul Qadar pada bulan puasa tahun 2021 ini kemungkinan akan berbeda-beda.

HAKIKAT KEBENARAN HANYA MILIK ALLAH S.W.T
Adapun tentang hakikat kepastian dan kebenarannya, jawaban terbaiknya adalah wallahu ‘a’lam (Hanya Allah Yang Maha Mengetahui).

Walaupun konsentrasi qiyam ramadhan serta ibadah kita tentu saja tidak salah jika berfokus pada kaidah dari kedua kitab tersebut,

Mencari Malam Lailatul Qadar susdah seharusnya pada malam atau tanggal berapapun di bulan ramadhan, terlebih lagi malam-malam akhir ramadhan.

Isyarat Nabi Muhammad S.A.W tentang Malam Lailatul Qadar

Kembali kepada hakikat, tidak ada manusia yang mengetahui kepastian waktu terjadinya Lailatul Qadar kecuali ALLAH S.W.T

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تَحَرَّوْا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان

Carilah Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. ” (Muttafaqun ‘alaihi dari Aisyah radliyallahu ‘anha)

Kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan keterangan, dari Aisyah r.a berkata:

كَانَ رَسُوْلُ الله إِذَا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ{ هذا لفظ البخاري}

“Bila masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengencangkan kainnya (menjauhkan diri dari menggauli istrinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (H.R Al-Bukhari).

Dari Aisyah r.a, Imam Muslim meriwayatkan:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ يَجْتَهِدُ فِيْ العَشْرِ الأَوَاخِرِ مَالاَ يَجْتَهِدُ فِيْ غَيْرِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh dalam sepuluh hari akhir bulan Ramadhan, hal yang tidak beliau lakukan pada bulan lainnya.” (H.R. Muslim)

Dalam shahihain disebutkan keterangan dari Aisyah r.a:

أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ الله

“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, sehingga Allah mewafatkan beliau.”

Jika dilihat Lebih khusus lagi, adalah malam-malam ganjil sebagaimana sabda beliau:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِفِي الْوِتْرِمِنَ الْعَشْرِالْأَوَاخِرِمِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan)”. (HR. Al-Bukhari dari Aisyah r.a)

Lebih dikhususkan lagi: malam ganjil sekitar/antara 7 (tujuh) hari terakhir dari bulan ramadhan tersebut. Beberapa sahabat Nabi, pernah bermimpi bahwa Lailatul Qadar tiba di tujuh hari terakhir.

Rasulullah SA.W bersabda:

أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ

“Aku juga bermimpi sama sebagaimana mimpi kalian bahwa Lailatul Qadar pada tujuh hari terakhir, barangsiapa yang berupaya untuk mencarinya, maka hendaknya dia mencarinya pada tujuh hari terakhir. ” (Muttafaqun ‘alaihi dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)

Hadit’s Riwayat Muslim:

الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ يَعْنِي لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلَا يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِي

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir, jika salah seorang dari kalian merasa lemah atau tidak mampu, maka janganlah sampai terlewatkan tujuh hari yang tersisa dari bulan Ramadhan.” (H.R. Muslim dari Ibnu ‘Umar radliyallahu ‘anhuma)

Jika mau lebih khusus lagi yaitu malam ke 27 ramadhan,

Sebagaimana Sabda Nabi Muhammad S.A.W:

لَيْلَةُ سَبْع وَعِشْرِيْنَ

“(Dia adalah) malam ke-27. ” (HR. Abu Dawud, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radliyallahu ‘anhuma, dalam Sahih Sunan Abi Dawud.

Sahabat Ubay bin Ka’b radliyallahu ‘anhu menegaskan:

والله إني لأعلمها وأكثر علمي هي الليلة التي أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم بقيامها هي ليلة سبع وعشرين

“Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadar) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menegakkan salat padanya, yaitu malam ke-27.” (HR. Muslim)\

Dalam hadits Abu Dzar disebutkan:

أَنَّهُ قَامَ بِهِمْ لَيْلَةَ ثَلاَثٍ وَعِشْرِيْنَ، وَخَمْسٍ وَعِشْرِيْنَ، وَسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ، وَذَكَرَ أَنَّهُ دَعَا أَهْلَهُ وَنِسَاءَهُ لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ خَاصَّةً

“Bahwasanya Rasulullah melakukan Shalat bersama mereka (para sahabat) pada malam dua puluh tiga (23), dua puluh lima (25), dan dua puluh tujuh (27) dan disebutkan bahwasanya beliau mengajak salat keluarga dan istri-istrinya pada malam dua puluh tujuh (27).”

Menurut keterangan Fathul Qarib, Hasyiah Al-Bajury, dan Fathul Muin beserta ‘Ianatut Thalibin, Imam Syafii menyatakan bahwa Lailatul Qadar ada pada sepuluh akhir bulan Ramadhan, (terutama pada malam ganjil 10 akhir bulan ramadhan), paling diharapkan adalah malam 21, atau malam ke 23 Ramadhan.

Amalan-Amalan Malam Lailatul Qadar

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, menjelaskan bacaan dzikir yang sangat dianjurkan dibaca pada malam Lailatul Qadar.

Beliau meriwayatkan dari sanad yang shahih, dalam kitab al-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan lain-lain bahwa Sayyidah Aisyah pernah berkata:

“Wahai Rasulullah, andaikan aku mengetahui Lailatul Qadar, apa yang bagus aku baca?”

Rasulullah menjawab:

“Bacalah:   اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فاعْفُ عَنِّي

Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni’

(Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku).”

Dalam pandangan Imam As-Syafi’i, amalan ini sebaiknya tidak hanya dilakukan di malam hari saja, tapi juga diperbanyak siang hari. Sebab, Beliau juga sangat menyukai melakukan amalan ini pada siang hari, sebagaimana keseriusannya juga mengamalkannya pada malam hari. Serta sangat dianjurkan untuk memperbanyak Tadrus Al-Qur’an, berdzikir, serta berdo’a sebanyak-banyaknya dengan do’a yang bermanfaat untuk umat Islam. (Wallahua’lam). (Re/JUNI)

 

Baca Juga: Amalan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *