oleh

Penghentian Pembangunan Pasar Tagog Ditentang Pedagang

PADALARANG-Penghentian pembangunan Pasar Tagog Padalarang oleh Plt Bupati Hengki Kurniawan ditentang yang oleh pedagang. Pedagang menilai jika hal itu dilakukan (penghentian pembangunan) maka bakal berdampak kepada target penyelesaian dari revitalisasi pasar tersebut. Sebaliknya pedagang ingin pembangunannya cepat diselesaikan dan dipergunakan. “Kalau kita pengen pembangunan cepat selesai supaya bisa ditempati lagi,” kata salah seorang pedagang yang enggan namanya disebutkan.

Menurutnya cukup sekali puasa dan lebaran saja pedagang Pasar Tagog direlokasi dan pindah sementara ke Jalan Gedong Lima. Lebaran tahun depan sudah bisa menempati kios yang baru. “Mending kalau ngurus-ngurus izinnya bisa cepat, ini gimana kalau lama? Bisa dua minggu, tiga minggu, bahkan sebulan, siapa yang tau. Padahal kalau dipake kerja waktu segitu lumayan bisa buat bikin apa-apa,” imbuhnya.

Dirinya tidak mau berlama-lama tinggal di tempat berdagang sementara. Oleh karena itu revitalisasi Pasar Tagog Padalarang harus cepat selesai dan jangan sampai dihambat. Makin lama berada di pasar sementara, membuat penghasilan pedagang menurun drastis. “Jualan di tempat berdagang sementara ini persaingan ketat karena ada pasar sebelah. Pelanggan banyak yang kabur, karena nyari kios di sini susah,” kata dia.

Pedagang berharap Pemda KBB yang kini dipimpin oleh Plt Bupati Hengki Kurniawan bisa mendukung proses pembangunan. Pasalnya, rencana revitalisasi Pasar Tagog Padalang adalah niat dari pemerintah daerah. Sehingga dengan adanya penghentian ini, Pemda KBB terkesan seperti tidak mendukung.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) Asep Bayu Rohendi menyarankan semua pihak yang berkepentingan duduk bersama untuk mencari solusi terbaik. “Pasar Tagog Padalarang itu proyeknya Pemda KBB, seharusnya segala aspek administrasi sebagai syarat untuk memulai pekerjaan pembangunan harus diselesaikan sejak awal,” kata Ketua DPD PAN ini.

Asep menilai kisruh proyek pembangunan pasar tersebut seakan menjadi bukti tidak dijalankannya sistem tata kelola pemerintahan yang baik.

Hal itu bisa dilihat dari belum dipenuhinya syarat-syarat administrasi suatu pekerjaan atau proyek. Jika parameternya adalah syarat-syarat administrasi yang belum terpenuhi maka sudah tepat jika Plt Bupati melakukan penghentian sementara terhadap pembangunan proyek pasar tersebut.

Namun jangan hanya bisa memberhentikan saja. Harus segera cari solusinya agar jangan sampai penghentian proyek berdampak terhadap pedagang pasar. Jangan sampai proyek ini kedepannya menimbulkan masalah baru. “Harus ada solusi yang bijak, seperti memakai filosopi Sunda, ‘Laukna beunang cai na herang’. Jadi ini mesti jadi perhatian bersama supaya tidak mengakibatkan masalah baru,” paparnya

Asep mengingatkan, proses pembangunan harus sesuai aturan yang berlaku. Semua mesti belajar dari kasus bansos yang telah menyeret Bupati Bandung Barat Aa Umbara ke dalam ranah pidana. “Jangan hanya karena ingin cepat, lalu prosedur dan aturan dilangkahi. Saya minta prosedur pembangunan ditaati. Jangan sampai terulang lagi, karena proyek pekerjaan, kemudian harus berurusan dengan hukum atau ditangkap KPK,” jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, disebabkan belum mengantongi semua perizinan Plt Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan meminta agar pembangunan Pasar Tagog Padalarang dihentikan. Namun keputusan itu menuai polemik karena ditentang oleh pedagang yang khawatir akibat dihentikan sementara target penyelesaian revitalisasi Pasar Tagog menjadi molor dari rencana yang sudah ditetapkan.(eko/sep)

 

ISTIMEWA

 

SIDAK: Plt Bupati Hengky Kurniawan saat melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Tagog Padalarang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *