Sepi Pengunjung, Lebaran Tak Pengaruhi Pendapatan Pedagang

Editor:

SUBANG-Kisah pilu dari para pedagang di kawasan wisata, terjadi lagi tahun ini. Salah satu pedagang di stand food court objek wisata pemandian air panas Sari Ater Kabupaten Subang, Iis Komariyah (42) bercerita dirinya sempat setahun tutup warung karena pandemi. “Disini jualan jus, sop, sate pembelinya hanya pengunjung yang berwisata kesini, saya buka dari jam tujuh pagi sampai jam 11 malam,” ujar Iis ketika ditemui Pasundan Ekspres di objek wisata pemandian air panas Sari Ater Kabupaten Subang, Minggu (16/5).

Ketika ditanyai jumlah pembeli, Iis mengungkap jika pengunjung yang datang dan makan di warungnya cukup ramai, meski kondisi itu jauh lebih sedikit dibanding momen libur lebaran sebelum pandemi. “Yah, lumayan agak ramai sih, dari dua hari kemarin,” katanya.

Iis bersama para pedagang lain sempat tak buka selama satu tahun pada 2020 lalu, momen lebaran tahun ini merupakan momen awal ia kembali membuka warungnya. “Penurunannya jauh banget, lebaran sekarang seperampatnya lebaran dulu (sebelum pandemi),” kata Iis.

Libur lebaran tahun ini setara dengan 25 persen pendapatannya dahulu, begitu pula dengan pendapatan warungnya, “Kalau dulu bisa empat sampai lima juta rupiah, sekarang hanya satu juta lebih,” imbuhnya.

Libur lebaran saat ini hanya setara pendapatan dia pada libur weekend di hari-hari biasa, Iis juga tak yakin akan membuka warungnya Iis.

Seperti diketahui penyekatan larangan mudik lebaran berimbas pada jumlah kunjungan wisatawan yang hendak melancong ke daerah tujuan wisata favorit. Libur lebaran yang biasanya jadi momem membahagiakan bagi masyarakat bahkan para pedagang di objek wisata juga turut panen pembeli pada momen libur lebaran, justru momen tersebut tak terjadi pada tahun ini, asalnya hal ini dipicu pandemi Covid-19 di Indonesia yang hingga kini masih belum terkendali.

Tidak sedikit kendaraan pemudik maupun calon wisatawan yang melintas ditiap perbatasan kota diputar balikan oleh petugas karena mereka tak memiliki surat keterangan izin keluar masuk, surat keterangan negatif rapid antigen, dan dokumen pendukung lainnya.

Kapolres Subang AKBP Aries Kurniawan Widiyanto mengungkap jika penyekatan larangan mudik tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran kasus positif Covid-19 di tiap daerah. “Ini semua dilakukan untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas, untuk kesehatan dan keselamatan kita semua,” ujar Kapolres.

Kapolres mengungkap hingga saat ini operasi tersebut masih tetap berlangsung, “Kita Alhamdulillah masih berlangsung lancar ini semua berkat sinergi kita, TNI-Polri, BPBD, Dinkes, Satpol PP dan Dishub,” kata dia.

Sementara mengenai batas waktu operasi penyekatan larangan mudik, Kapolres menyatakan operasi tersebut akan tetap berlangsung hingga Pemerintah pusat dan Kapolri memberikan keputusan untuk menghentikan operasi tersebut. “Kita juga lakukan tes antigen secara acak, dimulai hari ini, untuk arus balik maupun para wisatawan, bahkan kita juga siagakan personel di tiap destinasi wisata untuk membantu pengelola dan memantau operasional objek wisata supaya berjakan kondusif,” kata dia.

Atas adanya kebijakan larangan mudik, tercatat dalam hitungan rata-rata, ratusan kendaraan diputarbalik dalam satu pos penyekatan perbatasan kota.(idr/sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.